Kalimantan Timur – Upaya Pemprov (Pemerintah Provinsi) Kalimantan Timur untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi Kaltim dimulai dari memprioritaskan upaya pengembangan KTT (Kaltim Kariangau Terminal).
Kaltim Kariangau Terminal (KTT) direncanakan akan menjadi salah satu aset strategis untuk meningkatkan jumlah pendapatan asli daerah dan juga mendukung perkembangan pembangunan IKN (Ibu Kota Nusantara).
Dampak Positif KTT Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kaltim
Rencana pengembangan Kaltim Kariangau Terminal (KTT) akan dilakukan secara kolaborasi bersama pihak PT. Pelindo. Proses pengembangan KTT sendiri direncanakan akan dimulai pada tahun 2026 mendatang.
Rudy Mas’ud selaku Gubernur Kalimantan Timur menyampaikan bahwa pengembangan fundamental yang paling pertama dilakukan adalah memperpanjang dermaga dari sebelumnya 270 meter menjadi 1.000 meter.
“Harapan kami, pertama, ini bisa dikembangkan, punya potensi, dan kita bicara dengan Pelindo, ada rencana untuk segera dikembangkan di tahun 2026 ini,” ujar Rudy Mas’ud dalam kapasitasnya sebagai Gubernur Kalimantan Timur sebagaimana dilansir dari Kompas.
Penambahan wilayah KTT (Kaltim Kariangau Terminal) menjadi 1.000 meter akan memfasilitasi upaya peningkatan kapasitas pelabuhan peti kemas. Secara otomatis, kapasitas pelayanan akan kebutuhan pengiriman barang dan jasa untuk seluruh kawasan provinsi Kalimantan Timur, termasuk IKN (Ibu Kota Nusantara) juga dipastikan akan meningkat tajam.
Upaya pengembangan KTT ini diharapkan Pemprov dapat menjadi dampak positif bagi upaya pertumbuhan ekonomi Kaltim. Tidak hanya sebatas peningkatan efisiensi distribusi barang dan jasa, tapi juga membantu menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga di provinsi Kalimantan Timur.
“Pada gilirannya, ketersediaan barang-barang konsumsi masyarakat akan lebih terjamin,” harap Rudy Mas’ud selaku Gubernur Kalimantan Timur.
Baca juga: Keberhasilan Kaltim Raih Stabilitas Ekonomi di Tengah Guncangan Global
Transformasi KTT Akan Dilakukan Secara Menyeluruh
Saat ini, KTT (Kaltim Kariangau Terminal) baru memakai 16 hektar dari total 72.5 hektar total lahan yang dimilikinya. Bisa dipastikan upaya pengembangan KTT akan menjadi lebih masif lagi untuk kedepannya. Pemprov (Pemerintah Provinsi) Kalimantan Timur juga sudah mengalokasikan 300 hektar lahan yang akan dikembangkan menjadi kegiatan kepelabuhan.
Nantinya, alur penlayanan KTT akan meningkat sehingga ukuran kapal – kapal besar yang ingin masuk bisa meningkat, seperti contohnya kapal dengan ukuran Panamax. Pemerintah Provinsi juga bekerja sama dengan pihak Pemerintah Pusat untuk memperbaiki infrastruktur jalan menuju area pelabuhan dan mengubahnya menjadi jalan nasional.
“Saat ini jalan itu sudah menjadi jalan nasional, jadi tentunya kekurangannya mulai dari longsornya jalan, amplasnya jalan, mesti harus ditangani oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN),” jelas Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.
Untuk meniadakan potensi masalah parkir liar yang diperkirakan akan merusak jalan dan lingkungan, pihak Pemerintah Provinsi Kaltim akan menyiapkan lahan parkir yang dikelola secara langsung oleh salah satu perusahaan daerah.
Lahan parkir tersebut direncanakan dapat menampung truk kontrainer hingga truk pengangkut semen atau aspal. Melihat keseriusan rencana pengembangan KTT ini, transformasi Kaltim Kariangau Terminal untuk menjadi pelabuhan modern nan efisien dipastikan dapat membantu kemajuan dan pertumbuhan ekonomi Kaltim secara pesat.
