HomeTeknologiJaga Kelestarian Satwa Endemik, Jembatan Satwa Hadir di Tol IKN

Jaga Kelestarian Satwa Endemik, Jembatan Satwa Hadir di Tol IKN

Nusantara – Kehadiran jembatan satwa ditujukan sebagai perlintasan satwa endemik di Kalimantan seperti orangutan, macan dahan, beruang madu hingga bekantan. PT. Waskita Karya saat ini diketahui tengah membangun jembatan satwa yang berlokasi di Seksi 3B Segmen KKT Kariangau – Simpang Tempadung.

Kehadiran Jembatan Satwa di Tol IKN

Jembatan dengan panjang 8,16 meter tersebut diketahui berbentuk 2 lintasan terowongan yang ditimbun oleh material khusus. Dalam pembangunan jembatan satwa kali ini, pihak PT. Waskita Karya dipastikan menerapkan prinsip teknologi konstruksi yang berkelanjutan dengan menggunakan mortar busa ringan sebagai pengganti timbunan tanah.

“Jembatan ini menyambungkan antara bukit dengan bukit, untuk memudahkan perpindahan hewan-hewan yang berhabitat di hutan lindung Sungai Wein. Seperti diketahui, hutan lindung itu dekat dengan Jalan Tol IKN Seksi 3B yang juga sedang dibangun oleh Perseroan,” ujar Ermy Puspa Yunita dalam kapasitasnya sebagai Corporate Secretary PT. Waskita Karya.

Dalam hal ini, PT. Waskita Karya yakin pembangunan jembatan satwa tidak hanya berupa proyek infrastruktur tapi sebagai bentuk kepedulian menjaga ekosistem dan lingkungan. Pasalnya, tidak hanya manusia saja yang membutuhkan jalanan yang nyaman dan aman, satwa yang ada di sekitar pun memiliki hak.

“Maka Waskita merasa bangga dapat membangun jembatan ini sekaligus ikut berkontribusi menjaga fauna dan keseimbangan alam di Tanah Air,” ucap Ermy Puspa Yunita dalam kapasitasnya sebagai Corporate Secretary PT. Waskita Karya.

Baca juga: IKN Jadi Peluang Indonesia Menjadi Global City Taraf Internasional

Tantangan Pembangunan Jembatan Untuk Satwa Endemik

Dalam pelaksanaannya, pembangunan jembatan untuk para satwa endemik ini bukanlah hal mudah. Hal ini dikarenakan lokasi tersebut berhimpitan dengan lokasi hutan lindung Sungai Wein yang sudah lama berperan sebagai koridor satwa liar.

Oleh karena itu, pembuatan jembatan dan pelaksanaan konstruksi harus disesuaikan dengan habitat para satwa agar mereka dapat melintas dengan nyaman tanpa terganggu dengan aktivitas jalan tol yang ada di bawahnya.

Meski cukup pelik, pihak PT. Waskita Karya mengaku optimis mampu menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut tepat waktu dan memenuhi standar mutu kualitas. Sebagai informasi, proyek pembangunan jembatan ini ditargetkan selesai pada bulan Agustus tahun 2026 sesuai dengan timeline pekerjaan tol IKN Seksi 3B Segmen KKT Kariangau – Simpang Tempadung.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular