Jakarta – Baru – baru ini Elon Musk resign dari jajaran kepemerintahan Donald Trump. Namun, rupanya publik menyoroti penampilan Elon Musk yang hadir dengan mata lebam saat hadir di Gedung Putih. Kini publik, khususnya publik Amerika Serikat bertanya – tanya hingga memunculkan dugaan pemakaian narkoba.
Isu Narkoba Mengiringi Momen Elon Musk Resign dari Gedung Putih
Spekulasi penyalahgunaan narkoba semakin diperkuat dengan kemunculan laporan investigasi dari pihak The New York Times yang terbit pada hari yang sama dengan momen Elon Musk resign dari jajaran kepemerintahan Donald Trump.
Laporan investigasi dari The New York Times menyebutkan bahwa Elon Musk diketahui mengonsumsi ketamine dalam jumlah besar. Jumlah yang dipastikan melebihi dari dosis yang Elon Musk akui ia gunakan untuk mengobati depresi yang ia derita.
Tidak hanya itu, Elon juga dikabarkan menggunakan jamur psikedelik, ekstasi dan membawa obat yang mengandung stimulan seperti Adderall. Dalam investigasinya, The New York Times menampilkan laporan yang disertai dengan bukti visual kotak obat pribadi milik Elon Musk.
“Penggunaan obat-obatan oleh Musk jauh melampaui batas,” tulis The New York Times sebagaimana dikutip dari Kompas.
Baca juga: Polda Kaltim Selidiki Jaringan Narkoba Internasional dan Sita 33 Kg Sabu
Tak Ada Klarifikasi dari Gedung Putih dan Elon Musk
Saat reporter menanyakan tentang lebamnya mata Elon Musk, Donald Trump menyatakan dirinya tidak menyadari ada yang aneh dari mata Elon Musk. Elon Musk pun tidak merespon reporter yang menanyakan responnya terhadap laporan investigasi The New York Times dalam press conference tersebut.
Investigasi yang dilakukan oleh tim The New York Times juga menyebutkan momen Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) dimana Elon menggunakan gergaji mesin diatas panggung sebagai lambang pemangkasan birokrasi.
Disebutkan juga bahwa pidato yang disampaikan oleh Elon sangat tidak terstruktur, dipenuhi dengan tawa yang waktu kemunculannya sangat acak. Elon juga diketahui menyampaikan pidato tersebut sambil menggunakan kacamata hitam saat acara konferensi tersebut diselenggarakan di dalam ruangan.
Kombinasi penampilan Elon Musk yang janggal di Konferensi Aksi Politik Konservatif hingga lebamnya mata saat Elon Musk resign dari Gedung Putih membuat dugaan penyalahgunaan narkoba semakin kuat diperbincangkan oleh publik luas.
