HomeInternasionalPerang Thailand Kamboja Kembali Memanas Setelah Sepakat Gencatan Senjata

Perang Thailand Kamboja Kembali Memanas Setelah Sepakat Gencatan Senjata

Jakarta – Geliat perang Thailand Kamboja kembali memanas beberapa jam setelah kesepakatan gencatan sejata mulai berlaku. Diketahui pihak militer Thailand menuding pasukan militer Kamboja telah melakukan penyerangan di kawasan perbatasan.

Pelanggaran Gencatan Senjata Lanjutkan Perang Thailand Kamboja

Meski geliat perang Thailand Kamboja sempat terhenti karena kesepakatan gencatan senjata, pada kenyataannya, ketegangan kembali memanas di kawasan sengketa.

Hanya dalam waktu beberapa jam setelah gencatan senjata disepakati, pihak militer negara Thailand mendeteksi pasukan militer dari negara Kamboja telah menyerang ke beberapa wilayah di Thailand.

Kolonel Winthai Suwaree selaku juru bicara militer negara Thailand menegaskan informasi yang ia dapatkan tentang pergerakan pasukan militer Kamboja yang terus melakukan serangan meskipun gencatan senjata telah disepakati bersama.

“Ini merupakan pelanggaran yang disengaja terhadap perjanjian dan upaya yang jelas untuk merusak rasa saling percaya. Thailand terpaksa merespons dengan tepat, menggunakan hak sahnya untuk membela diri,” ujar Kolonel Winthai Suwaree dalam kapasitasnya sebagai juru bicara militer negara Thailand.

Baca juga: Perang Tarif Amerika Serikat VS China Kian Memanas, Apa Pengaruhnya?

Pertemuan Antara Komandan Militer Thailand & Kamboja

Merespons pernyataan dari Kolonel Winthai Suwaree, Hun Manet selaku Perdana Menteri Kamboja, menegaskan bahwa saat ini situasi di garda terdepan sudah mulai rereda.

“Garis depan telah mereda sejak gencatan senjata pada pukul 12 tengah malam,” tulis Hun Manet dalam akun media sosial Facebook pribadinya sebagaimana dilansir dari Kompas.

Komandan militer dari Thailand dan Kamboja direncanakan untuk bertemu dan membentuk komite lintas batas demi meredam ketegangan perang dari kedua negara tersebut.

Sampai saat ini, geliat perang Thailand Kamboja telah menewaskan setidaknya 38 orang dan memaksa 300.000 warga kedua negara untuk pergi mengungsi.

Penyebab perang disebutkan tentang perebutan wilayah kuil kuno di wilayah perbatasan sepanjang 800 km. Adapun konflik tersebut mencuat karna sebagian besar kuil kuno tersebut belum didemarkasi dengan jelas.

Sebelumnya, kawasan kuil kuno tersebut juga sudah pernah memicu pertikaian antar dua negara. Dibuat oleh pihak administrator kolonial Perancis di tahun 1907, kawasan kuil kuno tersebut telah memunculkan bentrokan sporadis di tahun 2008 dan 2011.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular