Samarinda – Rasa syukur dan haru dirasakan oleh Mulyadi, seorang marbot Masjid Baiturrahman berusia 46 tahun ketika dikabari bahwa dirinya telah terpilih sebagai penerima umrah gratis yang diberikan dari pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Pemberian Hadiah Umrah Gratis Sebagai Bentuk Apresiasi Pemprov
Program Gratispol selama ini dikenal sebagai program unggulan yang diinisiasi langsung oleh Rudy Mas’ud selaku Gubernur Kaltim dan Seno Aji sebagai Wakil Gubernur. Salah satu tujuan dari program tersebut adalah memberikan apresiasi kepada para pemuka agama dan juga marbot masjid atas kerja keras dan dedikasi yang diberikan.
Mulyadi, seorang marbot yang bekerja di Masjid Baiturrahman berhasil terpilih sebagai salah satu penerima program perjalanan religi tanpa dikenakan biaya alias umrah gratis dari pihak Pemprov Kaltim. Begitu mendengar kabar tersebut, Mulyadi langsung merasa terharu dan berkaca – kaca.
“Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT atas kesempatan ini. Saya juga berterima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur yang telah memberikan perhatian besar kepada kami para marbot. Ini adalah bentuk penghargaan yang sangat berarti bagi kami,” ujar Mulyadi sebagai marbot Masjid Baiturrahman.
Baca juga: Selamat! Pemprov Kaltim Berhasil Raih SPM Awards 2025
Dedikasi Mulyadi Dianggap Pantas Untuk Dapatkan Umrah Gratis
Bekerja selama lebih dari 2 dekade di Masjid Baiturrahman sebagai marbot, Mulyadi dikenal luas sebagai pribadi yang sederhana dan juga konsisten dalam menjaga ketertiban dan kebersihan Masjid Baiturrahman. Selain marbot, Mulyadi juga diketahui aktif mengajar mengaji kepada anak – anak yang tinggal di sekitar rumahnya.
Meski sudah pernah menunaikan ibadah umrah di tahun 2014, Mulyadi mengaku hadiah umrah gratis yang diterimanya terasa istimewa karena difasilitasi langsung oleh pihak Pemda (Pemerintah Daerah).
“Kalau dulu saya berangkat Umrah berkat bantuan pribadi seseorang, kali ini berbeda karena berasal dari program resmi pemerintah. Saya merasa dihargai atas apa yang saya lakukan selama ini. Semoga program seperti ini terus berkesinambungan dan menjadi amal jariyah bagi para pemimpin kita. Kami merasa sangat terbantu dan bahagia” ujar Mulyadi tulus.
Aktif menjadi marbot sejak tahun 2013, Mulyadi mengaku dirinya tidak pernah mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun karena menjadi marbot merupakan panggilan hatinya. Namun, dirinya merasa bahagia usahanya dihargai dan mendapatkan pengakuan nyata langsung dari Pemda.
