HomeHukumKebakaran Big Mall Samarinda Soroti Kualitas Sistem Proteksi

Kebakaran Big Mall Samarinda Soroti Kualitas Sistem Proteksi

Samarinda – Insiden kebakaran Big Mall yang baru saja terjadi pada pukul 00.05 WITA hari ini menyebabkan belasan orang mengalami kesulitan bernafas. Dari pengamatan awal dari tim Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) kota Samarinda, menyebutkan kebakaran Big Mall mengungkap rendahnya kualitas sistem proteksi mall tersebut.

Kerugian Akibat Insiden Kebakaran Big Mall Samarinda

Tidak hanya belasan orang yang mengalami gangguan pernafasan, insiden kebakaran kali ini tidak dapat tertangani dengan sebagaimana mestinya karena sistem mitigasi kebakaran yang terinstall di gedung mall tersebut tidak diaktivasi dengan baik.

Akibatnya, tidak ada respon pertama dari sprinkler ataupun hydrant internal pada saat momen insiden kebakaran tersebut. Hendra selaku Kepala Disdamkar (Dinas Pemadam Kebakaran) kota Samarinda mengungkapkan titik api pertama kali muncul dari salah satu tenant yang berada di area atrium.

Kemudian api menyebar dengan sangat cepat sehingga paling sedikit 7 tenant Big Mall Samarinda menjadi korban insiden kebakaran tersebut. Apalagi mengingat barang komoditi yang terlahap tersebut merupakan material yang mudah terbakar.

“Mayoritas tenant yang terbakar bergerak di bidang pakaian dan aksesoris,” ujar Hendra dalam kapasitasnya sebagai Kepala Disdamkar (Dinas Pemadam Kebakaran) kota Samarinda.

Baca juga: Kebakaran Besar di Gatot Subroto, Upaya Pemadaman Terhambat Masalah Ini

Urgensi Sistem Mitigasi Kebakaran di Setiap Gedung

Saat kebakaran Big Mall Samarinda berlangsung, setiap alat proteksi kebakaran seperti sprinkler atau hydrant internal tidak dapat digunakan ataupun tidak berfungsi dengan semestinya. Padahal, aktifnya sistem sprinkler memegang posisi yang vital karena sprinkler berperan sebagai penanganan awal pemadaman api sebelum petugas kebakaran sampai di lokasi.

“Jika sprinkler bekerja, api bisa langsung diminimalisasi agar tidak merambat ke tenant lain. Seharusnya pompa hydrant langsung menyala otomatis saat kebakaran. Tapi di lokasi, sistemnya masih manual,” ujar Hendra dalam kapasitasnya sebagai Kepala Disdamkar (Dinas Pemadam Kebakaran) kota Samarinda.

Tidak hanya sprinkler, sistem hydrant pun tidak bisa berjalan secara optimal. Hendra menyebutkan bahwa pompa diesel hydrant yang seharusnya aktif malah tidak berfungsi.

Hendra juga menegaskan bahwa pihaknya pernah memberikan rekomendasi kepada pihak Big Mall Samarinda untuk segera melakukan perbaikan sistem proteksi kebakaran. Sayangnya, pihak pengelola mall memilih untuk tidak menindaklanjuti rekomendasi tersebut.

“Sudah kami ingatkan sebelumnya. Tapi tidak ada respons. Dan akhrinya seperti ini,” tegas Hendra selaku Kepala Disdamkar kota Samarinda.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular