Jakarta – Saat ini kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat secara langsung mempengaruhi permintaan emas dunia. Terdapat kekhawatiran bahwa laju pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat menjadi lebih rendah dan menciptakan tingkat inflasi yang tinggi membuat para investor untuk beralih berinvestasi kepada aset berupa emas.
World Gold Council Ramal Permintaan Emas Terus Meningkat
Berdasarkan temuan riset terbaru dari World Gold Council, pasar emas kini memiliki arus masuk yang cukup kuat ke dalam asupan dana yang sedang diperdagangkan di exchange traded fund (ETF) atau bursa sejak awal tahun ini. Data aktivitas pada bulan Maret pun menunjukkan adanya peningkatan secara meluas di seluruh wilayah utama.
Laporan dari World Gold Council menyebutkan dana yang saat ini terdaftar di Amerika Utara mewakili setidaknya 61% total arus masuk. Hal ini jauh lebih tinggi daripada pasar Eropa yang diketahui berpartisipasi hanya sekitar 22% dari seluruh total permintaan emas. Adapun posisi berikutnya dipegang oleh pasar Asia yang mengambil 16% porsi arus masuk global.
“Arus kuartal pertama di Eropa sebesar USD 4,6 miliar menonjol sebagai kuartal terkuat sejak kuartal I 2020,” ujar salah satu analis dari laporan World Gold Council sebagaimana dilansir dari Kompas.
Baca juga: Harga Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi, Apa Faktor Penyebabnya?
Faktor Pendorong Peningkatan Permintaan Emas Dunia
Para analisis yang tergabung dalam riset tersebut mengungkapkan bahwa peningkatan permintaan emas secara signifikan sebagian besar diakibatkan oleh faktor – faktor biasa yang berujung pada momentum yang solid seperti kekacauan sektor ekonomi hingga ketidakpastian kondisi geopolitik dunia.
“Selain itu, kemunduran ekuitas, karena kekhawatiran pertumbuhan dan kekhawatiran likuiditas pasar di tengah pengetatan kuantitatif yang sedang berlangsung, semakin mendorong permintaan investor untuk aset safe haven,” kata analis dari laporan World Gold Council sebagaimana dilansir dari Kompas.
Sementara itu, kepemilikan dan permintaan emas kian meningkat di bagian Eropa. Tercatat dana yang tercatat di arus masuk berjumlah sekitar 13,7 ton. Lebih rinci kembali, negara Inggris, Jerman dan Swiss menjadi negara – negara dengan peningkatan kepemilikan emas tertinggi di kawasan Eropa.
“Prospek pertumbuhan yang suram semakin terbebani oleh kekhawatiran tarif AS, kinerja pasar saham yang lemah, dan lonjakan harga emas yang mendorong permintaan lebih tinggi di Inggris. Demikian pula, meskipun terjadi lonjakan imbal hasil Bund Jerman 10 tahun pada awal Maret di tengah rencana belanja besar-besaran Jerman, investor di Eropa terus menambahkan ETF emas ke portofolio mereka” jelas salah satu analis dari laporan World Gold Council sebagaimana dilansir dari Kompas.
