HomeBisnisPola Konsumsi Berubah, Kini Sektor F&B Jadi Primadona

Pola Konsumsi Berubah, Kini Sektor F&B Jadi Primadona

Nusantara – Perubahan di sektor ekonomi yang dikombinasikan dengan penetapan kebijakan efisiensi mengubah pola konsumsi masyarakat Kaltim. Pihak APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia) menyebutkan terdapat perubahan yang signifikan dalam pola konsumsi masyarakat dimana sektor kuliner atau F&B mengalami peningkatan yang positif.

Pola Konsumsi Dorong Peningkatan Konsumsi Kuliner

Aris Adriyanto selaku Ketua APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia) Kalimantan Timur menyebutkan pada saat ini perilaku konsumen di Kaltim mengubah pola konsumsi dimana konsumen menjadi lebih berhati – hati dalam menghabiskan pendapatan mereka. Oleh karena itu, terdapat perubahan pola konsumsi, seperti contohnya dari membeli 5 pasang pakaian menjadi satu atau dua pasang saja.

Tercatat pada periode Kuartal I tahun 2025, sektor ritel pada sektor belanja barang non F&B seperti aksesoris, sepatu, tas hingga fashion di Benua Etam mengalami penurunan sebesar 2% jika dibandingkan dengan periode kuartal I di tahun 2024.

Sebaliknya, pada sektor F&B (makanan dan minuman) terdapat peningkatan besar atau lonjakan transaksi sampai di angka 25%. Hal tersebut menjadikan sektor F&B sebagai sektor primadona baru di provinsi Kalimantan Timur.

“Daya tarik mal sebagai destinasi kuliner keluarga dan harga F&B yang kompetitif menjadi pendorong utama tren ini,” ujar Aris Adriyanto dalam kapasitasnya sebagai Ketua APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia) Kalimantan Timur.

Baca juga: IKN Sukses Dorong Pertumbuhan Ekonomi PPU Tertinggi di Kaltim

Kunjungan Masyarakat ke Mal Meningkat

Meski aktivitas belanja di sektor non F&B menurun, jumlah kunjungan masyarakat ke mal – mal yang berada di provinsi Kalimantan Timur mengalami peningkatan. Hal ini terjadi karena pihak mal menyelenggarakan berbagai event dan berbagai daya tarik kuliner yang berhasil menarik perhatian pengunjung.

E – Walk dan Big Mall sebagai mal besar di kota Balikpapan dan Samarinda menjadi magnet penarik warga setempat yang tidak melakukan mudik. Kedua mal tersebut menawarkan berbagai tenant menarik yang mengundang pengunjung.

Plaza Balikpapan juga berhasil mengalami peningkatan pengunjung secara signifikan berkat acara magic show yang dinilai berhasil menarik perhatian pengunjung yang datang bersama keluarga. Diketahui data kunjungan harian Plaza Balikpapan mencatat, jika hari kerja kunjungan mencapai 16.000 – 18.000 orang kini meningkat tajam di angka 33.000 – 42.000 pengunjung di akhir pekan.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular