HomeTeknologiKomitmen Jadi Kota Netral Karbon, IKN Siap Terapkan EBT

Komitmen Jadi Kota Netral Karbon, IKN Siap Terapkan EBT

Nusantara – Tidak hanya menjadi pusat pemerintahan yang megah, Ibu Kota Nusantara juga dipersiapkan untuk menjadi pionir kota netral karbon pertama di Indonesia. Kedepannya, kawasan IKN diproyeksikan untuk menjadi model kota masa depan yang tidak hanya ramah lingkungan tapi mempunyai target untuk menyandang status zero emission pada tahun 2040.

Realisasi Target IKN Untuk Menjadi Kota Netral Karbon

Seiring dengan proses pembangunannya, IKN berfokus kepada penerapan teknologi pintar dan juga pengadaan energi bersih. Target untuk menjadi Kota Netral Karbon pada tahun 2040 pun mempunyai target setidaknya 2 dekade lebih cepat dari target Indonesia dalam skala nasional.

Saat ini, pasokan listrik yang berasal dari sumber energi baru dan terbarukan (EBT) menjadi salah satu pilar utama dari upaya realisasi visi hijau IKN (Ibu Kota Nusantara) untuk menjadi kota netral karbon. Hingga saat ini, di kawasan IKN telah terdapat PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) yang dibangun oleh pihak PLN di area seluas 86 hektar. Listrik yang dihasilkan oleh PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) tersebut menjadi suplai listrik andalan di IKN.

Realisasi pemilihan sumber energi baru dan terbarukan (EBT) menjadi langkah nyata dan perwujudan komitmen kuat dari pemerintah Indonesia untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Pada saat ini, IKN telah menerima pasokan listrik awal sebesar 10 MW (Megawatt) listrik hijau dari gardu induk dengan teknologi canggih dari Hitachi Energy.

Gardu tersebut menerapkan sistem GIS (Gas Insulated Switchgear) yang telah terintegrasi sepenuhnya terhadap sistem digital modern demi memastikan efisiensi dan upaya pengawasan secara optimal dalam kebutuhan pendistribusian energi listrik.

Baca juga: 2 Kota di Indonesia Sukses Jalankan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Hubungan Simbiosis Bersama Hitachi Energy

Andy Kostiono selaku Business Unit Manager Grid Integration dari Hitachi Energy Indonesia menyampaikan bahwa upaya sinkronisasi antara PLTS dan juga jaringan transmisi pada tahap pertama pembangunan di IKN telah selesai dilakukan pada bulan Maret 2024.

“Ada 12 feeder utama yang digunakan untuk menyalurkan energi dari pembangkit menuju IKN dan sekitarnya,” kata Andy Kostiono dalam kapasitasnya sebagai Business Unit Manager Grid Integration dari Hitachi Energy Indonesia

Hitachi Energy diketahui juga turut aktif dalam upaya implementasi solusi energi terbarukan di negara Indonesia. Tidak hanya di IKN, project serupa juga sedang berlangsung di Nusa Penida, Pulau Semau dan Pulau Selayar.

“Teknologi mutakhir, kehadiran regional yang kuat di Indonesia dan ASEAN, serta sinergi dalam grup bisnis Hitachi menjadikan kami berada dalam posisi yang unik untuk mendukung transisi energi Indonesia,” ujar Predrag Grupkovic dalam kapasitasnya sebagai Country Managing Director Hitachi Energy Indonesia.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular