HomeTeknologiUndangan Kerjasama Teknologi Pertahanan di Area Perbatasan

Undangan Kerjasama Teknologi Pertahanan di Area Perbatasan

Kalimantan Timur – Saat ini pihak Kodam VI/Mulawarman membuka kesempatan kolaborasi di bidang teknologi pertahanan. Hal ini disampaikan oleh Rudy Rachmat Nugraha selaku Panglima Kodam (Komando Daerah Militer) VI / Mulawarman yang memberitahukan upaya TNI untuk membuka kesempatan kolaborasi atau kerja sama kemitraan dengan pihak swasta.

Penerapan Teknologi Pertahanan di Kawasan Kaltim

Teknologi pertahanan yang dimaksudkan dalam konteks kali ini adalah teknologi chip yang mendukung jalannya Smart Defense System atau sistem pertahanan cerdas yang diterapkan di wilayah perbatasan antara negara Indonesia dengan negara Malaysia di kawasan Kalimantan Timur dan juga Kalimantan Utara.

Saat ini pengembangan teknologi berupa chip menjadi salah satu elemen kunci dalam kelancaran Smart Defense System. Teknologi tersebut juga memiliki posisi penting dalam mendukung upaya interoperabilitas antar matra (udara, darat, laut) serta kelancaran sistem pengawasan yang menggunakan basis teknologi pertahanan chip.

“Kami tengah mengembangkan strategi pertahanan non-konvensional untuk mengatasi tantangan geografis di wilayah perbatasan,” ujar Rudy Rachmat Nugraha dalam kapasitasnya sebagai Panglima Kodam (Komando Daerah Militer) VI / Mulawarman.

Baca juga: Gesit Penanggulangan Bencana, Kodam Mulawarman Siapkan 600 Personel

Peran Penting Teknologi Pertahanan di Kawasan Perbatasan

Inisiatif untuk memanfaatkan teknologi seperti drone dan upaya patroli udara adalah untuk melancarkan usaha pemantauan wilayah yang sampai pada saat ini masih sulit dijangkau secara fisik. Rudy Rachmat Nugraha juga menyatakan bahwa sampai saat ini pihak Kodam VI / Mulawarwan telah mengandalkan teknologi drone dan juga berbagai teknologi pertahanan lainnya.

Oleh karena itu, Rudy Rachmat Nugraha selaku Panglima Kodam (Komando Daerah Militer) menegaskan bahwa saat ini pihaknya tengah terbuka terhadap berbagai die dan juga teknologi pertahanan baru dari pihak swasta demi menyukseskan pertahanan negeri sesuai arahan dari pihak Mabes TNI.

“Siapapun yang punya teknologi, kami sangat terbuka untuk berdiskusi jika memang cocok, karena menjaga kedaulatan adalah tanggung jawab bersama. Konsep pengamanan dan alutsista tidak dilakukan secara independen oleh Kodam, melainkan mengikuti kebijakan dari Jakarta,” kata Rudy Rachmat Nugraha dalam kapasitasnya sebagai Panglima Kodam (Komando Daerah Militer) VI / Mulawarman.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular