Penajam Paser Utara – Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim saat ini berkomitmen penuh untuk menyukseskan program Koperasi Merah Putih sesuai dengan arahan Presiden Prabowo. Saat ini diketahui dari total 36 koperasi desa Merah Putih yang ada, 20 diantaranya sudah resmi berbadan hukum.
“Artinya sudah mencapai sekitar 40 persen dari keseluruhan target,” ucap Margono Hadi Sutanto dalam kapasitasnya sebagai Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Jadwal Peluncuran Resmi Koperasi Merah Putih di Kabupaten PPU
Margono Hadi Susanto menjelaskan bahwa pihaknya mempunyai target penerbitan badan hukum untuk Koperasi Merah Putih dipercepat menjadi satu atau dua unit pada setiap harinya supaya proses peresmian Koperasi Merah Putih dapat selesai secara bertahap.
Adapun peresmian dari Koperasi Merah Putih di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan dilaksanakan di tanggal 12 Juni bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi. Tidak hanya mempermudah proses legalisasi koperasi desa, pihak Dinas KUKM Perindag mengaku akan membuka layanan konsultasi dan juga pendampingan.
“Momentum Hari Koperasi sangat tepat untuk mengangkat semangat gerakan koperasi di daerah. Kami justru sekarang aktif mendampingi, agar koperasi yang terbentuk tidak hanya formalitas, tapi benar-benar bisa beroperasi dan berkembang” ujar Margono Hadi Sutanto sebagai Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU)
Baca juga: Koperasi Desa Merah Putih Besutan Prabowo Akan Dukung Ekonomi Desa
Diharapkan Menjadi Penggerak Ekonomi Desa
Mengingat proses pembentukannya mendapatkan dukungan penuh dari pihak Pemerintah dan semangat kerjasama masyarakat desa, maka Margono Hadi Susanto mempunyai harapan agar kedepannya Koperasi Merah Putih dapat menjalan peran sebagai penggerak dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Untuk menentukan jenis usaha koperasi seperti apa yang akan dijalankan, Margono Hadi Susanto mengaku hal tersebut akan disesuaikan dengan potensi terbaik yang dimiliki oleh masing – masing desa yang ada di Kabupaten PPU.
“Setelah terbentuk, kita dorong untuk menyusun feasibility study dan business plan. Dari situ baru akan terlihat potensi dan tantangan, sehingga bisa memilih bidang usaha yang paling cocok,” jelas Margono Hadi Sutanto sebagai Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) Kabupaten PPU.
