Penajam Paser Utara – PT. Benuo Taka Wailawi (BTW), perusahaan migas (minyak dan gas) yang menjadi kebanggaan kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengalami perombakan direksi secara menyeluruh. Keputusan untuk melakukan perombakan direksi tersebut diambil dalam kesempatan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) dan menjadi sinyal kuat upaya penguatan di sektor migas.
Perombakan Direksi PT. BTW Diharapkan Membawa Angin Segar
Langkah strategis perombakan direksi diprakarsai oleh pihak pemegang saham mayoritas dari PT. Benuo Taka Wailawi yakni Perumda (Perusahaan Umum Daerah) Benuo Taka (PBT) Penajam Paser Utara yang memiliki porsi kepemilikan saham sebesar 51%.
Dalam kesempatan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), Pitono yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Hukum dari Setkab Penajam Paser Utara resmi ditunjuk sebagai komisaris PT. Benuo Taka Wailawi. Posisi Direktur Utama kini dipegang oleh Zaenul Arifin yang memiliki latar belakang di bidang perminyakan.
Kedua figur tersebut diharapkan dapat membawa angin segar kepada perusahaan sekaligus menguatkan kinerja PT. BTW. Hal tersebut sejalan dengan keterangan Gordius Ago selaku Direktur PBT PPU yang mengonfirmasi hasil dari perombakan direksi tersebut.
“Pra RUPS dan RUPS sudah selesai dan disepakati pemegang saham adalah Komisaris Pitono dan Direktur Utama Zaenul Arifin, sarjana perminyakan,” ungkap Gordius Ago dalam kapasitasnya sebagai Direktur PBT PPU.
Baca juga: Jaga Produksi Migas Stabil, Menteri ESDM Puji PHM
Pasca Perombakan, PT. BTW Sigap Genjot Produksi Migas
Pada saat yang bersamaan, PT. Buana Resources Capital (PT. BRC) sebagai pemegang 49% saham dari PT. Benuo Taka Wailawi memberi lampu hijau terhadap hasil dari upaya perombakan direksi tersebut. Tentunya hal ini memudahkan proses transisi dimana setelah RUPS, agenda dilanjutkan dengan penyelenggaraan rapat B2B antara PBT dan PT. BRC yang dipimpin langsung oleh direksi baru PT. BTW.
Perubahan dalam jajaran direksi kali ini menjadi perwujudan dari ambisi besar PT. BTW untuk meningkatkan produksi migas. Sebelumnya, Edward Kabes selaku Direktur Utama PT. BRC menyatakan kesiapannya untuk menggenjot upaya produksi gas dengan menginvestasikan dana sebesar jutaan dolar.
“Rencana kami mencakup berbagai proyek, seperti perbaikan sumur gas yang ada dan pengembangan kilang LNG skala kecil yang akan memastikan bahwa output gas dari wilayah tersebut dimaksimalkan, yang mengarah pada peningkatan produksi gas alam secara keseluruhan sumber daya,” ujar Edward Kabes selaku Direktur Utama PT. BRC.
