Jakarta – Perry Warjiyo selaku Gubernur Bank Indonesia menyebutkan bahwa metode pembayaran QRIS dapat mulai dilakukan di negara Jepang mulai tanggal 17 Agustus mendatang. Hal tersebut disampaikan Perry Warjiyo di dalam rapat kerja bersama dengan pihak Komisi XI DPR RI.
“Kami terus memperluas kerja sama QRIS antar negara mulai 17 Agustus tahun ini QRIS bisa dipakai untuk transaksi outbond di Jepang,” ujar Perry Warjiyo dalam kapasitasnya sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Rencana Metode Pembayaran QRIS di Luar Negeri
Saat ini, pihak Bank Indonesia tengah melakukan uji coba pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di China dan tengah melakukan diskusi lebih lanjut dengan pihak otoritas Saudi Arabia.
Khusus untuk negara Saudi Arabia, Bank Indonesia memiliki rencana untuk menggunakan kartu identitas resmi sebagai alat pembaca QRIS dan penyimpanan uang elektronik. Langkah ini dilakukan agar para jemaah Indonesia yang melaksanakan ibadan umroh dan haji dapat melakukan transaksi dengan lebih mudah.
“Sehingga bisa bertransaksi jemaah umroh bisa menggunakan kartu nusuk membaca QRIS dan ada uang elektroniknya,” ucap Perry Warjiyo dalam kapasitasnya sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Filianingsih Hendarta selaku Deputi Gubernur BI menjelaskan bahwa saat ini pihak Bank Indonesia bersama otoritas Jepang sedang melakukan pengujian perangkat lunak atau sandbox secara terisolasi dan terkendali sejak tanggal 15 Mei lalu. Jika upaya sandbox tersebut lancar tanpa kendala yang berarti, maka peluncuran pembayaran QRIS bisa dilakukan bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Indonesia ke – 80.
“Kalau tidak ada halangan yang berarti, bisa launching penggunaan outbond itu 17 Agustus yang akan datang. Jadi orang Indonesia yang pergi ke Jepang nanti bisa menggunakan pembayaran dengan scan QR di Jepang,” kata Filianingsih Hendarta dalam kapasitasnya sebagai Deputi Gubernur BI
Baca juga: Yuk Kenalan dengan QRIS Tap! Kini Transaksi Tak Repot Scan Lagi
QRIS Berupaya Ekspansi ke Negara India
Selain negara Jepang dan Saudi Arabia, pihak Bank idnonesia juga sedang berusaha meluaskan ekspansi ke negara India. Diketahui saat ini proses implementasi pembayaran QRIS tengah berada dalam tahap diskusi teknik.
“Ini sedang berjalan antara ASPI dengan NPCI International India terkait spesifikasi teknis. Mudah-mudahan juga tahun ini kita bisa lakukan implementasi,” tambah Filianingsih Hendarta dalam kapasitasnya sebagai Deputi Gubernur BI.
