HomeBisnisBusana Etnik Berhasil Tembus Pasar Internasional, Ternyata Ini Kuncinya!

Busana Etnik Berhasil Tembus Pasar Internasional, Ternyata Ini Kuncinya!

Kalimantan Timur – Meski tidak melewati tahapan ekspor secara resmi, produk busana etnik Kaltim kini telah dikenal di ranah internasional. Diketahui, persentase busana etnik mulai memiliki pengaruh yang kuat sebagai oleh – oleh atau hadiah pribadi oleh pelanggan independen.

Meski tidak memiliki daya distributor yang besar ataupun absennya pengiriman massal, busana etnik berhasil mencuri perhatian pelanggan skala internasional.

“Kalau ke luar, untuk secara ekspor masih seperti oleh-oleh dibawa gitu. Biasanya orang kita (Indonesia) yang ke luar negeri minta dibuatkan baju dengan desain etnik Kaltim,” ungkap Musrifah sebagai seorang desainer asal Samarinda.

Desain Tradisional Busana Etnik Kalimantan Timur Tuai Perhatian

Saat ini produk busana khas etnik yang paling diminati oleh konsumen internasional adalah outwear wanita. Outwear tersebut didesain two-face sehingga bisa dipakai bolak – balik. Inovasi tersebut berhasil membuat satu outwear dengan 2 tampilan yang unik tanpa harus kehilangan sentuhan tradisionalnya.

Saat ini Musrifah berfokus untuk memproduksi busana etnik ready to wear dengan menggunakan basis wastra lokal. Sebagai seorang desainer dan pengusaha, Musrifah berhasil memenuhi selera pasar tanpa harus mengorbankan sisi etnik tradisional. Untuk meraih hal tersebut, Musrifah mengaku ia melakukan riset ke kota Yogyakarta & Semarang untuk mempelajari tren busana tradisional yang disukai pasar.

“Saya desain outer simpel, bisa dua gaya dalam satu pakaian. Itu yang paling banyak dicari sekarang. Ternyata outer simpel itu tren juga di sana. Saya coba kembangkan dengan kain khas Kaltim,” ujar Musrifah sebagai seorang desainer asal Samarinda.

Baca juga: Pemprov Komitmen Luaskan Seni Kriya Kalimantan Timur ke Internasional

Perlunya Pemahaman Pelaku Bisnis Akan Pasar Ekspor

Untuk mengembangkan bisnisnya, Musrifah mengikuti pelatihan ekspor dan bootcamp dari Bank Indonesia. Kini ia memahami bahwa kualitas menjadi kunci utama untuk memasuki dan bertahan di pasar ekspor. Kualitas kain, detail jahitan hingga pengemasan haruslah mendapat perhatian khusus.

Pelaku UMKM juga harus memahami regulasi dan mekanisme pasar ekspor. Saat ini Musrifah berkonsentrasi agar produknya mampu menembus pasar ekspor secara resmi.

“Kita harus tahu prosesnya, dari produksi sampai pengiriman. Harus jelas dan terstruktur. Harapannya tentu bisa ekspor beneran. Tapi harus siap betul, mulai dari SDM sampai produknya sendiri” ungkap Musrifah sebagai seorang desainer asal Samarinda.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular