Nusantara – Pihak Otorita IKN (Ibu Kota Nusantara) akan segera menyelenggarakan event Market Sounding atau Penjajakan Pasar yang bertujuan untuk membangun KPBU (Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha) pada proyek IKN sektor perumahan atas prakarsa dari badan usaha.
Penawaran Proyek IKN di Jajak Pasar Ringankan Pembiayaan
Pengadaan KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) sendiri memiliki tujuan untuk menjaring masukan, tanggapan dan minat dari para pelaku pasar dan juga berbagai lembaga keuangan dan kredit sebelum memasuki tahap pelaksanaan transaksi KPBU Ibu Kota Nusantara nantinya. Basuki Hadimuljono selaku Kepala Otorita IKN menjelaskan bahwa sampai saat ini upaya pembangunan IKN tahap I (2022 – 2024) hanya mengandalkan anggaran Kementerian PU (Pekerjaan Umum).
Untuk selanjutnya, pihak Otorita IKN akan menyiapkan 3 jenis skema pembiayaan yang akan diterapkan pada tahap proses pembangunan selanjutnya. Pertama, dana APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang telah disetujui oleh Presiden Prabowo sebesar Rp 48,8 Triliun. Kedua, KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) dengan nilai Rp 60,93 Triliun dan terakhir investasi swasta murni dengan dana senilai Rp 6,9 Triliun.
Pembuatan 3 skema pembiayaan tersebut diharapkan dapat memperlancar proses pembangunan proyek IKN agar mampu berjalan secara lancar dan dalam waktu secepat mungkin. Oleh karena itu, momen Market Sounding atau Jajak Pasar pada tanggal 24 Februari mendatang diharapkan mampu memikat investor untuk berpartisipasi.
Progres Proyek IKN Dipastikan Positif
PT. Intiland Development Tbk lewat PT. Inti Kolaborasi Nusantara dipastikan menjadi salah satu perusahaan pengembang yang akan ikut berperan aktif membangun proyek hunian. Saat ini, kelanjutan proyek IKN tersebut sudah memasuki proses groundbreaking. Untuk berikutnya, proyek akan masuk ke dalam tahap perizinan.
“Paralel kita menyelesaikan administrasi pertanahan. Minimal perlu waktu 1-2 tahun untuk persiapan sebelum konstruksi,” ujar Theresia Rustandi selaku Presiden Direktur PT. Inti Kolaborasi Nusantara
Mengingat proses pengembangan IKN akan memakan waktu yang sangat panjang. Masing – masing unit diharapkan mampu melaksanakan arahan dan komitmen dari Presiden Prabowo dengan jelas sehingga target – target dapat tercapai. Theresia Rustandi pun menyebutkan fokus pengembangan tidak hanya bersifat fisik tapi juga menomorsatukan penghuni dimana setiap kebutuhan dan aktivitasnya harus diperhatikan.
“Berat di awal namun jika sudah bergerak maka secara natural akan berputar sendiri tanpa harus didorong-dorong lagi. Pastinya, kami selalu mendukung program yang sudah menjadi komitmen Pemerintah,” ungkap Presiden Direktur PT. Inti Kolaborasi Nusantara, Theresia Rustandi.
