Jakarta – Hari ini Presiden Prabowo resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara (Daya Anagata Nusantara) di Istana Kepresidenan. Acara peresmian Danantara sendiri dihadiri oleh sejumlah mantan Presiden dan juga Wakil Presiden, dari mulai Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Joko Widodo dan juga Ma’ruf Amin.
Peresmian Danantara Mengesahkan Posisi Sovereign Wealth Fund Terbesar
Memiliki total aset lebih dari US $900 miliar atau sekitar Rp 14.000 triliun, peresmian Danantara menjadi penanda kelahiran sovereign wealth fund terbesar di dunia. Peluncuran Danantara sendiri merupakan wujud dari komitmen Presiden Prabowo untuk membawa BUMN Indonesia untuk masuk ke dalam Global Fortune 100.
“Danantara Indonesia adalah solusi strategis dan efisien dalam mengoptimalkan BUMN, kita tidak hanya akan menginvestasikan dividen BUMN ke dalam industri-industri yang mendorong hasil jangka panjang tapi juga mentransformasi BUMN kita jadi pemimpin kelas dunia di bidang masing-masing,” ujar Presiden Prabowo sebagaimana dikutip dari siaran langsung Sekretariat Presiden.
Sebagai informasi, Global Fortune 100 merupakan daftar perusahaan yang mempunyai total pendapatan terbesar dalam periode satu tahun fiskal. Dengan masuknya BUMN Indonesia ke dalam daftar Global Fortune 100 membuktikan kesiapan dan komitmen Indonesia untuk menjalin kerjasama dalam taraf internasional.
“Danantara Indonesia adalah solusi strategis dan efisien dalam mengoptimalkan badan usaha milik negara kita tidak hanya menginvestasikan dividen BUMN ke industri-industri yang mendorong pertumbuhan jangka panjang, tapi juga akan mentransformasi BUMN kita menjadi pemimpin kelas dunia di sektor masing-masing,” jelas Presiden Prabowo dalam siaran langsung Sekretariat Presiden.
Kehadiran Danantara merupakan penanda era baru bagi BUMN Indonesia. Kini BUMN (Badan Usaha Milik Negara) tidak hanya berperan sebagai entitas bisnis tapi juga bertindak sebagai aset nasional dan menjadi roda penggerak pembangunan dan pertumbuhan tanah air.
“Danantara menandai era baru BUMN, yang kita pandang bukan hanya sebagai entitas bisnis tapi sebagai aset nasional yang akan menjadi agen pembangunan dan pertumbuhan,” pungkas Presiden Prabowo.
Mengenal Apa Itu Danantara?
Danantara memiliki konsep khusus yaitu mengelola total mega aset yang bernilai lebih dari US$ 900 miliar. Dengan mengacu kepada konsep Temasek Holding Limited yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Singapura. Untuk model pengelolaan, akan dipegang oleh INA (Indonesia Investment Authority).
Untuk tahap awal, dana yang akan dikelola oleh Danantara mencapai US$ 20 miliar atau sekitar Rp 325, 8 triliun. BUMN yang sudah tergabung pada tahap awal adalah Bank Mandiri, MIND ID, BRI, Telkom Indonesia, BNI, PLN dan Pertamina.
Nantinya, Danantara akan mengelola aset negara yang akan membiayai berbagai proyek berkelanjutan dari berbagai macam sektor seperti energi terbarukan, ketahanan pangan, hilirisasi SDA (Sumber Daya Alam) hingga pengembangan industri manufaktur.
