Balikpapan – Berhasil menyelenggarakan kegiatan pasar murah, Bagus Susetyo selaku Wakil Wali Kota Balikpapan memberikan apresiasi terhadap TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) dan juga kepada semua pihak yang ikut terlibat didalamnya.
Pasar Murah Berperan Tekan Harga Bahan Pokok
Di kota Balikpapan, aktivitas pasar murah rutin dilakukan beberapa kali dalam setahun, terutama saat menjelang hari – hari besar keagamaan sosial. Pengadaan program ini sendiri dilakukan demi mengendalikan harga dan menekan angka inflasi pada beberapa bahan pokok penting.
Bagus Susetyo menyatakan pihaknya memahami adanya karakteristik pasar dimana menjelang momen bulan Ramadan, ada banyak penjual sembako (Sembilan Bahan Pokok) yang nekat memberikan harga tinggi yang tidak masuk diakal.
“Pasar murah membuat masyarakat tidak kesulitan menghadapi bulan puasa,” kata Bagus Susetyo sebagai Wakil Wali Kota Balikpapan.
Pasar Murah Fasilitasi Penukaran Tabung Gas LPG
Dalam kesempatan pasar murah kali ini, masyarakat bisa mengikuti program penukaran tabung LPG 3 kg untuk ditukar menjadi tabung LPG 5.5 kg. Bagus Susetyo mengaku optimis akan dampak positif dari pengadaan gas LPG tersebut dan berharap terobosan dari pemerintah ini bisa memberikan dampak yang baik kepada masyarakat luas.
“Supaya orang tidak mengacu elpiji subsidi lagi dan mulai beralih ke gas komersil 5,5 kilogram,” tutur Bagus Susetyo kembali.
Bagus Susetyo berharap program pasar murah dan penukaran tabung gas LPG ini tidak berubah dan ketersediaan stoknya bisa terjaga. Hal ini tentunya akan semakin memudahkan masyarakat setempat yang sedang menjalani ibadah Ramadan dan tentunya hingga hari Idul Fitri tiba. Meski Bagus juga menyakini bahwa pihak Pertamina telah memberikan suplai yang sesuai dengan kuota.
“Apalagi katanya elpiji subsidi langka. Pasar murah bisa menjadi solusi untuk menyediakan kuota elpiji tambahan ” imbuh Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo.
Komisi II DPRD Balikpapan Adakan Sidak
Tidak hanya bangga akan keberhasilan program pasar murah, Bagus Susetyo juga berterimakasih terhadap upaya Komisi II DPRD Balikpapan yang sudah melaksanakan sidak di berbagai titik pasar demi memantau perkembangan harga sembako.
“Tujuan kami sama agar masyarakat tidak kesulitan saat puasa nanti sampai Lebaran juga,” sebut Bagus Susetyo.
Diketahui pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan juga melakukan usaha peninjauan ke pasar tradisional melalui OPD terkait. Hal ini dilakukan karena pihaknya ingin benar – benar memastikan tidak adanya penimbunan stok hingga praktek distributor nakal.
“Tentunya juga akan mengendalikan harga. Biasanya harga tidak berubah dari distributor, Tapi naik di tingkat pengecer atau penjual,” tandas Bagus Susetyo selaku Wakil Wali Kota Balikpapan.
