HomeHukumRenggut 4 Nyawa, Pendakian Carstensz Dituntut Perketat Regulasi

Renggut 4 Nyawa, Pendakian Carstensz Dituntut Perketat Regulasi

Jakarta – Aktivitas pendakian Carstensz di Papua yang terjadi tak lama ini menarik perhatian dari para pendaki Indonesia. Nyawa Lilie Wijayati Poegiono dan Elsa Laksono terenggut diduga karena terserang kondisi hiportemia saat melakukan pendakian Carstensz pada hari Sabtu tanggal 1 Maret 2024 lalu. Banyak pihak menyayangkan kejadian nahas ini dan mendorong adanya regulasi khusus untuk mencegah tragedi puncak Carstensz terjadi kembali.

Aktivitas Pendakian Carstensz Harus Dibarengi Regulasi Ketat

Robertus Robet sebagai salah satu pendaki gunung aktif menyatakan pendakian Carstensz membutuhkan peraturan dan regulasi yang ketat. Hal ini dikarenakan medan pendakian gunung yang memiliki ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut tersebut membutuhkan perencanaan matang, pemilihan waktu dan strategi pendakian khusus.

“Perlu regulasi pendakian di Carstensz,” kata Robertus Robet, salah satu pendaki aktif di Indonesia, sebagaimana dilansir dari Tempo.

Robertus Robet yang juga merupakan Ketua Bidang Panjat Tebing Alam dan Rekreasi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menyatakan bahwa penerapan regulasi yang ketat merupakan hal yang sangat penting bagi operator yang menangani langsung aktivitas pendakian Carstensz Pyramid. Pasalnya, sejak tertanggal September 2024 hingga Maret 2025 diketahui sudah ada 4 nyawa pendaking yang terenggut di gunung tersebut.

Sebelumnya, HT, pendaki asal Surabaya berusia 60 tahun, menghembuskan nafas terakhirnya pada saat perjalanan turun dari pendakian puncak Carstensz pada tanggal 23 September 2024. Masih pada tahun yang sama, LDF, pendaki gunung asal Tiongkok, juga menghembuskan nafas terakhirnya setelah terjatuh dari tebing dan kemudian meninggal pada tanggal 16 Oktober 2024.

“Nah (perlu ditelusuri), kenapa sampai ada yang meninggal ini?” ujar Robertus Robet dalam kapasitasnya sebagai Ketua Bidang Panjat Tebing Alam dan Rekreasi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

Penyebab Kematian Saat Pendakian Carstensz

Jika berkaca dari kedua korban pendaki yang baru saja berpulang, Lilie Wijayati Poegiono dan Elsa Laksono, penyebab meninggalnya mereka adalah serangan hiportemia dan juga cuaca buruk. Oleh karena itu, Robertus Robet menyatakan perlu ditemukan jalan keluar secara rasional dan objektif tentang bagaimana mencegah jatuhnya korban pendaki selama berlangsungnya aktivitas pendakian gunung Carstensz.

Menurut Robertus Robet, selama jalur pendakian puncak Carstensz dibuka seperti pada saat ini, tentunya tetap akan banyak pendaki yang mendaki ke atas puncak. Berkaca dari kondisi seperti saat ini, diperlukan regulasi yang ketat terkait dengan upaya mitigasi keamanan dan juga keselamatan para pendaki.

“Tidak ada gunung tanpa risiko, setinggi apa pun gunung itu,” kata Robertus Robet yang sebelumnya pernah mendaki Gunung Everest dan terhenti di kawasan Everest Base Camp pada tahun 2019.

Berdasarkan informasi yang ia terima, Robertus Robet menyatakan bahwa rombongan Lilie Wijayati Poegiono dan Elsa Laksono hanya mengalami aklimatisasi kurang dari satu hari di Lembah Kuning dan kemudian langsung menuju puncak. Padahal, menurut Robertus Robet, proses aklimatisasi tidak boleh dikurangi dengan alasan apa pun.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular