Samarinda – Andi Badar, salah satu warga Sengkotek, Loa Janan Ilir, berhasil mengandalkan kegiatan pertanian urban sebagai mata pencarian. Seperti yang diketahui, semangat kewirausahaan pada bidang pertanian kian meningkat di kota Samarinda. Fenomena ini membuat permintaan pasar terhadap produk hidroponik hingga berbagai bibit tanaman semakin banyak dicari.
Produk Pertanian Urban Sangat Diminati
Sebelumnya Andi Badar sudah memfokuskan diri untuk berkebun demi mendapatkan penghasilan. Sejak tahun 2021, Andi Badar berpartisipasi dalam program pro bebaya dari pemerintah Samarinda dan kemudian mengantarkan Andi untuk lebih mengembangkan usahanya lewat usaha hidroponik.
Berhasil meraih kemajuan yang signifikan, Andi Badar dan warga setempat mendapatkan kepercayaan dari pihak kelurahan untuk membentuk kelompok khusus perkebunan hidroponik yang berfokus kepada upaya pengembangan budidaya sawi dan selada. Hasil dari perkebunan hidroponik tersebut dipanen dan kemudian dicoba dijual ke pasar dan selalu berhasil terjual habis.
Permintaan sawi dan selada hasil dari budaya hidroponik sangatlah diminati, termasuk warga setempat yang selalu membeli produk andalan Andi dan kawan – kawan. Melihat keberhasilan dan juga antusiasme permintaan yang kian meningkat, Andi Badar beserta warga setempat mulai memanfaatkan lahan yang ada untuk kemudian ditanami berbagai jenis sayuran.
Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian Samarinda Turut Membantu
Lahan seluas 1 hektar yang dipakai sebagai lahan pertanian urban oleh warga setempat sendiri merupakan lahan pinjaman dari salah satu perusahaan setempat. Fokus produk perkebunan mereka lebih berfokus pada upaya pembibitan tanaman cabai, terong, tomat hingga kacang panjang. Berkat kegigihan yang dilakukan, kini perkebunan milik warga Sengkotek bertumbuh menjadi 6 meja hidroponik dengan total kurang lebih 1.200 lubang tanam.
“Jadi kami masih mandiri. Nah pada 2023 itu dibentuklah program untuk Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Diusulkan juga untuk pengajuan proposal dan dapat bantuan tahun lalu dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Samarinda. Anggotanya sekarang ada sekitar 25 orang,” ujar Andi Badar yang juga berperan sebagai Ketua P2L Nyiur 08.
Saat ini hasil panen dari upaya pertanian urban yang mereka dapatkan laku dijual kepada anggota dan tentunya warga sekitar dengan patokan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar. Hal ini tentunya menjadi salah satu contoh sukses usaha ketahanan pangan.
“Kami juga mengembangkan lahan di pekarangan anggota dan warga sekitar. Jadi bibit yang ditanam di rumah bibit itu juga untuk anggota tanam di pekarangan sesuai dengan nama programnya. Sekarang baru share di grup itu sudah pada habis. Jadi kadang enggak ada yang bisa dijual ke pasar. Selain itu juga dibawa ke bazaar, kayak pasar tani, jadi kami (petani) jual langsung,” ungkap Andi Badar kembali.
