Jakarta – Presiden Prabowo baru saja bertemu dengan 8 orang pengusaha besar Indonesia di Istana Kepresidenan. Agenda pembicaraan yang diperbincangkan dalam pertemuan tersebut meliputi pengembangan infrastruktur, dukungan program makan bergizi gratis hingga perihal pengurus Danantara.
8 Pengusaha Dukung Program & Kebijakan Pemerintah
Diketahui, 8 nama pengusaha yang datang ke istana kepresiden adalah Sugianto Kusuma (Aguan), Anthony Salim, Boy Thohir, Prajogo Pangestu, Dato Sri Tahir, James Riady, Franky Widjaja dan Tomy Winata. Diketahui, masing – masing pengusaha besar tersebut datang dari latar belakang bisnis yang berbeda – beda.
“Pada kesempatan tersebut, Presiden berdiskusi mengenai perkembangan terkini di Tanah Air dan dunia global, serta program-program utama yang tengah dijalankan oleh pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis, infrastruktur, industri tekstil, swasembada pangan dan energi, industrialisasi, hingga Badan Pengelola Investasi Danantara,” bunyi keterangan pernyataan yang diberikan oleh pihak Sekretariat Kabinet sebagaimana dilansir dari Liputan 6.
Didampingi oleh Letkol Teddy Indra Wijaya selaku Sekretaris Kabinet dan Prasetyo Hadi selaku Menteri Sekretaris Negara, Presiden Prabowo menyatakan apresiasi terhadap ke 8 pengusaha yang selama ini mendukung program dan juga kebijakan dari pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Presiden Inginkan Nama Terbaik Untuk Isi Posisi Pengurus Danantara
Menyoal tentang Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani selaku Kepala BPI (Badan Pengelola Investasi) Danantara melapor ke Presiden Prabowo terkait SDM yang akan mengisi susunan tim pengurus Danantara.
Terkait hal tersebut, Presiden berpesan agar individu yang akan menjabat posisi sebagai pengurus Danantara merupakan individu dengan kualitas terbaik dan tentunya bukanlah orang titipan dari pihak mana pun.
“Kita laporkan adalah pembentukan mengisi dari tim yang memang akan bersama-sama di danantara juga Di level operasi. Bapak Presiden menyampaikan kepada kami, pilihlah orang-orang yang terbaik di dalam tim Danantara ini, tidak boleh ada titipan-titipan. Pilih yang terbaik’,” kata Rosan Roeslani selaku Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) sebagaimana dilansir dari Liputan 6.
Rosan Roeslani menyakinkan bahwa pihaknya akan merekrut individu – individu dengan kualitas terbaik supaya Danantara bisa membantu peningkatan perekonomian negara Indonesia dan tentunya meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan.
“Jadi itu pesan Bapak Presiden. Kami pun dibantu oleh headhunter maupun advisor dari dalam dan luar negeri. Kami juga laporkan ke Bapak Presiden, dan juga manajemen di Danantara ini adalah nama-nama yang reputable. Yang terbukti track record-nya. Yang bersih. Dan memang expertise di bidangnya. Itu yang kami laporkan,” tutup Rosan Roeslani dalam kapasitasnya sebagai Kepala BPI (Badan Pengelola Investasi).
