Jakarta – Presiden Prabowo baru – baru ini mengundang Ray Dalio yang sebelumnya dijagokan sebagai kandidat terkuat Dewan Penasehat Danantara ini merupakan investor dan Chief Investment Officer of Bridgewater Associatesmerupakan investor dan Chief Investment Officer of Bridgewater Associates ke Istana Negara.
Kedatangan Ray Dalio menemui Presiden Prabowo dibarengi dengan pengusaha – pengusaha lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo memperkenalkan BPI (Badan Pengelola Investasi) dari Danantara (PT. Daya Anagata Nusantara).
Presiden Cari Kandidat Terbaik Untuk Dewan Penasehat Danantara
Danantara atau PT. Daya Anagata Nusantara merupakan gabungan dari BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan beberapa perusahaan lainnya di tanah air. Saat ini, Presiden Prabowo diketahui ingin segera menemukan pandangan kritis dari sisi baru dan tentunya pengalaman berharga yang dimiliki oleh para pengusaha yang telah diundang ke Istana.
“Dengan demikian saya mengundang tokoh-tokoh ekonomi Indonesia yang di bidang swasta yang sudah punya pengalaman sendiri puluhan tahun dalam management, dalam investasi, dalam pengelolaan untuk bersama-sama dengan pemerintah,” tutur Prabowo.
Upaya ini dilakukan oleh Presiden Prabowo karena beliau ingin aset Danantara dikelola secara baik, maksimal dan tentunya efisien. Dalam waktu yang bersamaan, Presiden Prabowo menjamin bahwa aset milik tanah air akan dikelola Danantara dengan semaksimal mungkin.
“Danantara ini kita konsolidasikan untuk melaksanakan suatu perbaikan, suatu peningkatan dalam kinerja, dengan melakukan suatu perbaikan-perbaikan. Di mana perlu perbaikan dan kita akui sendiri bahwa kita banyak perlu perbaikan semuanya supaya kinerja aset-aset kita cukup baik,” ungkap Presiden Prabowo seperti yang dilansir dari Tempo.
Ray Dalio Disebut Sebagai Kandidat Dewan Penasehat Danantara
Rosan Roeslani yang menjabat sebagai Kepala Danantara dan Menteri Investasi dan Hilirisasi menjelaskan posisi Ray Dalio selaku pendiri Hedge Fund Bridgewater Associates saat ini dijagokan untuk mengisi jajaran kepengurusan Dewan Penasehat Danantara.
Rosan Roeslani menyatakan dirinya sudah bertemu dan berjabat tangan dengan Ray Dalio meski ia belum bisa memastikan kepastian Ray Dalio dalam mengisi jabatan Dewan Penasehat Danantara.
“Dengan ini tentunya Dalio juga kalau saya bilang, alhamdulillah, tadi kami sudah salaman,” kata Rosan Roeslani selaku Kepala Danantara.
Masih dalam pertemuan antara Presiden bersama para pengusaha Indonesia, Ray Dalio memberikan masukan dan saran yang dipastikan akan sangat berguna jika diterapkan langsung oleh pihak BPI (Badan Pengelola Investasi) Danantara.
Saran yang diberikan oleh Ray Dalio disebut berkisar pada topik kerja sama, inisiatif dan juga beberapa sektor yang dipastikan akan berperan penting bagi Danantara.
Rosan Roeslani menyebutkan Ray Dalio membandingkan keberadaan Danantara Indonesia dengan adanya Sovereign Wealth Fund (SWF) yang sebelumnya sudah diterapkan di negara – negara lain, salah satunya China. Untuk kemudahan dan kelancaran operasional Danantara, Ray Dalio menyarankan untuk mengadopsi sistem dari program Sovereign Wealth Fund tersebut.
“Nah ini kami terbuka juga, Kami bisa mengadopsi dan tentunya disesuaikan dengan kondisi yang ada di Indonesia. Harus terbuka dan yang paling penting juga investasi itu dijalankan dengan penuh kehati-hatian dan tentunya return yang jelas, return yang baik yang bisa dihitung secara terbuka,” kata Rosan Roeslani dalam kapasitasnya sebagai Kepala Danantara.
