HomePolitikHadapi Ramadan, Pekerja Konstruksi IKN Kini Gunakan Sistem Piket

Hadapi Ramadan, Pekerja Konstruksi IKN Kini Gunakan Sistem Piket

Nusantara – Demi kelancaran menunaikan ibadah puasa pada bulan suci Ramadan kali ini, pekerja konstruksi IKN akan memperlakukan sistem piket. Hal ini disampaikan oleh Danis Hidayat Sumadilaga selaku Plt. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana dari Otorita IKN yang menyatakan proses pembangunan di ibu kota Nusantara dipastikan akan tetap berjalan dengan baik dan lancar.

Pekerja Konstruksi IKN Dimudahkan Untuk Ibadah

Progress pembangunan IKN (Ibu Kota Nusantara) Tahap I untuk periode kontrak tahun 2022 – 2024 dan proses persiapan untuk pembangunan tahap II akan segera dijalankan pada periode 2025 – 2029.

Danis Hidayat selaku Plt. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN memastikan proyek – proyek penting di IKN akan tetap berjalan dan dipastikan tidak akan mengganggu pekerja konstruksi IKN yang beragama Islam untuk menunaikan ibadah dan kewajibannya.

“Pada proyek-proyek yang masih berjalan (proses konstruksi) diberlakukan sistem piket bagi para pekerja konstruksi,” ujar Danis Hidayat selaku perwakilan dari pihak Otorita IKN.

Sistem piket diberlakukan untuk pekerja instruksi IKN supaya memberikan kesempatan kepada pekerja yang beragama muslim agar dapat menjalankan kewajiban puasa dan menunaikan ibadah tanpa terganggu selama bulan Ramadan.

Berkat penyesuaian tersebut, kini proses pembangunan pada tahap I telah menembus angka 99% yang artinya mendekati tuntas. Saat ini, pihak Otorita IKN sedang mempersiapkan upaya pembangunan sektor infrastruktur tahap II.

Baca juga: Usung Desain Rumah Dayak, Pembangunan Istana Wakil Presiden Sentuh 39,6%

Pekerja Konstruksi IKN Akan Difokuskan ke Pembangunan Masjid Negara

Salah satu proyek infrastruktur yang diutamakan adalah pembangunan Masjid Negara. Meski sayangnya Masjid Negara belum dapat digunakan untuk ibadah shalat tarawih atau salat Ied saat momen Idul Fitri, kemajuan pembangunan Masjid Negara sudah berada di angka 53,1%.

Pembangunan Masjid Negara kini berada pada tahapan konstruksi fisik dan kedepannya pekerja konstruksi IKN akan difokuskan untuk mempercepat proses pembangunan struktur minaret dan atap.

“Saat ini sedang dalam tahap pekerjaan struktur atap dan minaret, rata-rata progres mencapai 53,1 persen, sehingga saat ini belum bisa digunakan untuk shalat tarawih dan shalat Id,” tutur Danis Hidayat dalam kapasitasnya sebagai Plt. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN.

Awalnya, Masjid Negara ditargetkan untuk memiliki daya tampung untuk 25.000 jemaah. Kemudian ada masukan saran dari Ridwan Kamil selaku Kurator IKN untuk meningkatkan daya tampung Masjid Negara menjadi 50.000 jemaah.

Saat ini Masjid Negara dibangun pada lahan seluas 32.125 meter persegi dengan luas bangunan masjid di kisaran 61.596 meter persegi. Tidak hanya bangunan mesjid, didalamnya akan ada bangunan komersil 2 lantai dengan perkiraan luas 2.212 meter persegi dan juga bangunan penunjang masjid seluas 727 meter persegi.

Upaya pembangunan Masjid Negara kini berada dalam pertanggung – jawaban BPPW (Balai Prasarana Pemukiman Wilayah) Provinsi Kalimantan Timur. Untuk kontraktor pelaksana dipercayakan kepada PT. Adhi Karya dan PT. Hutama Karya KSO.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular