HomePolitikUsung Desain Rumah Dayak, Pembangunan Istana Wakil Presiden Sentuh 39,6%

Usung Desain Rumah Dayak, Pembangunan Istana Wakil Presiden Sentuh 39,6%

Nusantara – Salah satu proyek penting pada sektor infrastruktur dari pihak Otorita IKN adalah pembangunan Istana Wakil Presiden yang kedepannya akan ditempati oleh Wakil Presiden Negara Republik Indonesia. Laju pembangunan sektor infrastruktur di IKN (Ibu Kota Nusantara) terus dimaksimalkan demi kesuksesan pencapaian target sebagai ibu kota politik negara Indonesia pada tahun 2028.

Progres Pembangunan Istana Wakil Presiden oleh Otorita IKN

Danis Hidayat Sumadilaga selaku Plt. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN (Ibu Kota Nusantara) menyatakan pada saat ini progress pembangunan dari Istana Wakil Presiden sudah memasuki tahap pengerjaan struktur dan lanskap.

“Perkembangan konstruksi fisiknya rata rata mencapai 39,6 persen per 5 Maret 2025,” ujar Danis Hidayat Sumadilaga dalam peranannya sebagai Plt. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN (Ibu Kota Nusantara).

Desain Istana Wakil Presiden IKN

Istana Wakil Presiden yang terletak di IKN (Ibu Kota Nusantara) dibangun dengan memakai konsep Huma Betang Umai atau Rumah Panjang Ibu dalam bahasa Dayak. Konsep desain Huma Betang Umai sendiri berarti rumah ukuran besar dengan kehadiran ruang bersama dan diharapkan dapat menghadirkan kesan mengayomi.

Daliana Suryawinata selaku arsitek Istana Wakil Presiden di IKN (Ibu Kota Nusantara) menyatakan konsep rumah panjang tersebut sangatlah penting karena keberadaannya di atas bukit. Atapnya yang cukup besar akan diisi oleh panel surya yang dipastikan dapat memenuhi kebutuhan energi secara keberlanjutan.

“Sehingga ada konsep hybrid cooling yaitu memaksimalkan penghawaan silang dengan AC hemat energi,” ujar Daliana Suryawinata selaku arsitek Istana Wakil Presiden di IKN sebagaimana dilansir dari Kompas.

Untuk arah orientasi bangunan Istana Wakil Presiden dipastikan akan mengikuti arah matahari dengan sumbu barat – timur. Pemilihan arah bangunan ini akan membantu menyejukkan suhu dalam ruang sehingga konsumsi energi yang dibutuhkan untuk mendinginkan ruangan di dalam Istana Wakil Presiden akan jauh berkurang.

“Kita ingin di masa depan bangunan-bangunan di Nusantara itu hemat energi dan tidak konsumtif. Ini penting untuk lingkungan, kesehatan pengguna bangunan, dan kenyamannnya juga,” imbuh Daliana Suryawinata kembali.

Proses pembangunan Istana Wapres IKN kedepannya akan dibagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama adalah pembangunan infrastruktur istana, kantor, hunian dan juga berbagai bangunan penunjang. Proses ini diperkirakan akan selesai pada bulan Agustus tahun 2025. Sementara itu, pembangunan untuk tahap kedua akan segera dilakukan proses lelang kembali.

Dikutip dari laman Kementerian PUPR, informasi yang tertera dalam Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) menyebutkan anggaran dari proyek yang saat ini berjalan memiliki total sebesar Rp 1,7 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan kantor Wakil Presiden, Setwapres, Kediaman Wapres, Bangunan – Bangunan Pendukung hingga biaya penataan kawasan setempat.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular