Samarinda – Indeks dari nilai tukar petani (NTP) pada akhir bulan Februari 2025 tercatat mengalami peningkatan pada angka 148,10. Artinya, nilai tukar petani di provinsi Kalimantan Timur meningkat 0.51% dibandingkan dengan bulan Januari sebelumnya.
Peningkatan Nilai Tukar Petani = Pendapatan Petani Meningkat
Peningkatan nilai tukar petani dapat dijadikan sebagai sebuah indikasi kuat bahwa kemampuan daya beli petani di provinsi Kalimantan Timur mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Meningkatnya daya beli petani dapat diartikan peraihan keuntungan jual yang lebih besar daripada sebelumnya.
“Kenaikan NTP tersebut menunjukkan bahwa petani Kaltim mengalami surplus atau kenaikan daya beli. Hal ini disebabkan karena harga yang mereka terima mengalami kenaikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang mereka bayar,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur, Yusniar Juliana.
NTP menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur seberapa tinggi atau rendahnya kesejahteraan petani di suatu daerah. Jika angka NTP semakin tinggi, berarti daya beli yang dimiliki petani semakin menguat.
Kenaikan yang tercatat pada bulan Februari 2025 ini juga merupakan peningkatan dari indeks harga hasil produksi pertanian yang berada pada angka 0.46%. Di sisi lain, indeks harga yang harus dibayarkan oleh pihak petani mengalami penurunan sebesar 0.04%. Kedua hal inilah yang membuat kenaikan NTP sebesar 0.51% untuk para petani di wilayah provinsi Kalimantan Timur.
Baca juga: Terapkan Pertanian Urban, Warga Sengkotek Raih Rezeki dari Berkebun
Sektor Hortikultura Alami Kenaikan Paling Signifikan
Sebagai informasi, ada 5 subsektor pertanian yang penting untuk para petani. Pertama, subsektor tanaman pangan, perikanan, perternakan, perkebunan rakyat dan holtikultura. Kali ini, seluruh subsektor mengalami kenaikan NTP yang cukup signifikan, terkecuali subsektor perternakan yang mengalami penurunan sebesar 1.06%.
Subsektor holtikultura mengalami kenaikan sebesar 3.14%, kemudian subsektor tanaman pangan sebesar 1.02%, menyusul subsektor perikanan pada angka 0.58% dan terakhir subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0.20%. Dari angka tersebut bisa disimpulkan bahwa petani di bidang holtikultura sedang meraih laba keuntungan paling tinggi.
Berdasarkan Indeks Harga yang Diterima Petani, bulan Februari mencatat angka 178,13. Artinya, masing – masing produksi pertanian di provinsi Kalimantan Timur mengalami kenaikan rata – rata 78,13%. Kenaikan ini juga berarti petani di Kalimantan Timur berhasil menjual produk pertaniannya dengan harga yang lebih tinggi.
Kenaikan Nilai Tukar Petani kali ini memberikan harapan dan motivasi untuk para petani di provinsi Kalimantan Timur. Diharapkan kedepannya para petani akan semakin sejahtera dan industri pertanian di Kaltim akan semakin berkembang.
