Jakarta – Dalam waktu dekat akan terjadi perubahan aktivitas perdagangan internasional antara negara Indonesia dengan negara Amerika Serikat. Airlangga Hartanto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa saat ini delegasi negara Indonesia mempunyai target untuk menjalin kerja sama perdagangan yang adil dan seimbang dengan negara AS (Amerika Serikat).
Proposal Perdagangan Internasional yang Adil & Seimbang
Pernyataan tentang perubahan aktivitas perdagangan internasional antara pihak Indonesia dengan Amerika Serikat disampaikan oleh Airlangga Hartanto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian bertepatan dengan pertemuan strategis dengan pihak Secretary of Commerce dan United States Trade Representative (USTR) selaku pihak otoritas utama perdagangan internasional AS.
Diketahui delegasi perwakilan negara Indonesia bertemu dengan pihak Secretary of Treasury dengan agenda utama berupa pembahasan penyesuaian tarif perdagangan yang mempunyai dampak besar terhadap aktivitas perdagangan internasional, seperti produk ekspor Indonesia, kepada pasar yang ada di negara Amerika Serikat.
“Indonesia adalah salah satu negara yang diterima lebih awal dalam pembahasan ini. Tujuan utama adalah untuk menciptakan kerja sama bilateral yang adil dan berimbang dalam perdagangan,” kata Airlangga Hartanto dalam kapasitasnya sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Baca juga: Indonesia Jadi 15 Negara Tertinggi Defisit Perdagangan Paska Kebijakan Tarif
Tawaran Dagang dari Indonesia kepada Amerika Serikat
Dalam pertemuan tentang aktivitas perdagangan internasional bersaama pihak Secretary of Commerce dan United States Trade Representative (USTR), delegasi perwakilan Indonesia menawarkan pembelian insentif dan juga penyediaan fasilitas untuk perusahaan – perusahaan asal AS & Indonesia, memperlancar aktivitas prosedur dan proses impor produk dari AS dan membuka peluang kerja sama dalam sektor mineral kritis.
Lebih lanjut, Airlangga Hartanto berfokus kepada usaha memperkuat kerja sama di bidang sains, pendidikan, ekonomi digital hingga layanan jasa keuangan. Tawaran utama dari pihak Indonesia berupa pengaturan tarif lebih rendah pada produk ekspor utama Indonesia seperti alas kaki, tekstil, garmen, furniture dan udang yang pada saat ini diketahui tidak bersaing dengan industri dalam negeri AS.
“Penting untuk memastikan ketahanan rantai pasok produk strategis demi menjaga keamanan ekonomi. Kami berharap tarif yang diberlakukan untuk Indonesia seimbang dengan negara-negara lain,” ujar Airlangga Hartanto dalam kapasitasnya sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
