Samarinda – Demi menghidupkan semangat toleransi beragama, pihak MUI (Majelis Ulama Indonesia) Provinsi Kaltim menyelenggarakan aktivitas Halalbihalal lintas agama dan elemen masyarakat di Aula MAN 2 kota Samarinda.
Kegiatan halalbihalal sendiri menjadi salah satu momen penting dalam usaha mempererat tali silahturahmi dengan berbagai tokoh lintas agama, penjabat serta ormas (organisasi masyarakat) di Benua Etam.
Aktivitas Toleransi Beragama di Provinsi Kalimantan Timur
Event Halalbihalal tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting di provinsi Kalimantan Timur, seperti Drs. Abdul Khaliq selaku Kakanwil Kemenag Kaltim, H. Hadi Mulyadi selaku mantan Wakil Gubernur Kaltim, Fauzi Bahtar selaku Ketua NU Kaltim, KH Muhammad Mundzir sebagai Ketua MUI Samarinda hingga KH Abdul Hanan selaku Ketua MUI Kukar.
Tak ketinggalan turut hadir pula berbagai perwakilan dari 6 lembaga keagamaan tingkat provinsi yang mewakili agama Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu dan juga Khonghucu.
KH Muhammad Rasyid selaku Ketua MUI Kaltim menegaskan bahwa acara ini merupakan upaya mempererat toleransi beragama di Kaltim sembari memperkuat harmoni sosial & ukhuwah. Oleh karena itu, KH Muhammad Rasyid mengajak agar masyarakat selalu menebarkan nilai kebaikan & toleransi beragama di mana pun mereka berada.
“Momentum Halalbihalal bukan hanya sekadar tradisi semata, melainkan sebagai bentuk nyata mempererat ukhuwah,” ujar KH Muhammad Rasyid dalam kapasitasnya sebagai Ketua MUI Provinsi Kalimantan Timur.
Baca juga: Antusiasme Meningkat, Pawai Kebudayaan Balikpapan Sukses Tanamkan Keberagaman
Simbol Silahturahmi & Toleransi Beragama
KH Muhammad Rasyid kembali menyatakan bahwa tradisi Halalbihalal sendiri merupakan simbol dari silahturahmi dan salah satu bagian kemasan khas negara Indonesia.
Kedepannya, pihak MUI Kalimantan Timur berupaya memperluas jangkauan silahturahmi kepada semua lintas agama di Indonesia sebagai bentuk upaya penguatan kerukunan & toleransi beragama di tengah – tengah keberagaman negara Indonesia.
“Kalau kita tidak akrab, sulit untuk menyatu. Jadi, tujuan utama acara ini adalah mengakrabkan satu sama lain, mempererat tali persaudaraan,” ungkap KH Muhammad Rasyid dalam kapasitasnya sebagai Ketua MUI Provinsi Kalimantan Timur.
Abdul Khaliq selaku Kakanwil Kementerian Agama Kalimantan Timur menyatakan apresiasi terhadap terselenggaranya aktivitas Halalbihalal dan menyebutkan aktivitas tersebut menjadi salah satu aktivitas penting yang membangun sinergi antar elemen masyarakat di Benua Etam.
