HomePolitikKonfirmasi Pembangunan Jembatan Besi di Tenggarong

Konfirmasi Pembangunan Jembatan Besi di Tenggarong

Tenggarong – Edi Damansyah selaku Bupati Kutai Kartanegara menegaskan pembangunan jembatan besi yang berada di sebelah Gedung Wanita, Tenggarong, tidak akan dibongkar karena memiliki nilai histrois yang tinggi. Diketahui pembangunan jembatan baru akan digeser dari posisi awal agar tidak mengganggu keberadaan jembatan besi.

Upaya Pembangunan Jembatan Baru di Tenggarong

Pernyataan pergeseran lokasi pembangunan jembatan baru disampaikan oleh Edi Damansyah selaku Bupati Kutai Kartanegara bersama dengan Wiyono selaku Kepala Dinas PU (Pekerjaan Umum) Kutai Kartanegara dan Sekda (Sekretaris Daerah) Kutai Kartanegara, Sunggono.

Lewat pemantauan keadaan jembatan secara langsung, pihak Dinas Pekerjaan Umum Kukar menunjukkan posisi pembangunan jembatan baru kepada Edi Damansyah. Diketahui lokasi pembangunan jembatan baru berada di kawasan Jalan Danau Semayang, jembatan akan menyeberangi anak Sungai Mahakam menuju Jalan Monumen Barat dan kawasan Masjid Agung Sultan Sulaiman di Tenggarong.

Lebih lanjut, Edi Damansyah yang saat ini menjabat sebagai Bupati Kutai Kartanegara menyebutkan bahwa rencana awal dari rehabilitasi jembatan besi masih belum menyentuh aspek krusial di luar teknis sehingga menimbulkan reaksi pro dan kontra di tengah – tengah masyarakat sekitar.

“Perencanaan awal yang disusun oleh Dinas PU memang berfokus pada aspek teknis saja, namun tidak secara komprehensif mengkaji aspek sosial dan nilai historis jembatan tersebut,” ujar Edi Damansyah dalam kapasitasnya sebagai Bupati Kutai Kartanegara.

Baca juga: Berumur 50 Tahun, Jembatan Besi di Tenggarong Akan Diperbarui

Proses Pembangunan Jembatan Baru Kembali Dievaluasi

Menanggapi reaksi pro dan kontra yang timbul, Edi Damansyah mengaku pihaknya akan kembali mengevaluasi dan akan mendalami berbagai aspek krusial yang berhubungan dengan upaya pembangunan jembatan baru tersebut. Ia menyebutkan pihak Pemkab Kukar akan segera melaksanakan kaji ulang.

Hal ini dilakukan karena pihak Pemkab berkomitmen untuk menjaga bangunan – bangunan bersejarah yang ada di Kutai Kartanegara, terlebih lagi bagi bangunan yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya yang berlokasi di Tenggarong.

“Berkat kontrol dan partisipasi masyarakat, kami melakukan kajian ulang dan hasilnya, pembangunan jembatan tetap akan dilakukan, namun dengan lokasi yang digeser dari posisi awal. Dari Jalan Danau Semayang akan diarahkan ke Jalan Monumen Barat,” jelas Edi Damansyah dalam kapasitasnya sebagai Bupati Kutai Kartanegara.

Penggeseran lokasi pembangunan jembatan baru diyakini menjadi solusi terbaik karena mengingat terjadinya peningkatan volume kendaraan di kawasan Tenggarong dan hal tersebut tidak seimbang dengan laju pertumbuhan infrastruktur jalan dan jembatan di kota Tenggarong.

“Setiap pagi terjadi kemacetan. Maka dari itu, pembangunan infrastruktur ini sangat dibutuhkan, baik dengan memperlebar jalan maupun membangun jembatan alternatif. Saya juga berharap agar pergeseran lokasi ini dapat dilaksanakan dengan baik melalui koordinasi dengan camat Tenggarong dan tokoh masyarakat setempat,” ucap Edi Damansyah dalam kapasitasnya sebagai Bupati Kutai Kartanegara.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular