HomeInternasionalPesan Perdamaian Paus Leo XIV Kecam Kekejaman Gaza

Pesan Perdamaian Paus Leo XIV Kecam Kekejaman Gaza

Jakarta – Seusai memimpin doa Regina Caeli dari balkon Basilika Santo Petrus, Vatikan, Paus Leo XIV menyampaikan pesan perdamaian yang menyerukan akhir dari konflik bersenjata yang saat ini tengah terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk kependudukan Israel secara kejam di jalur Gaza. Pesan perdamaian yang disampaikan Paus Leo XIV pun mendapat sambutan tepuk tangan dan sorakan dari para umat Katolik.

Pesan Perdamaian dari Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Sedunia

Dalam pidato pesan perdamaian yang disampaikannya, Paus Leo XIV mengungkapkan rasa prihatin dan kesedihan mendalam akan perang yang saat ini tengah berkecambuk, seperti perang di Ukraina dan juga konflik kependudukan kejam Israel atas Gaza yang berkepanjangan.

Pesan perdamaian yang diberikan bertepatan dengan peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia kedua, Paus Leo XIV mengingatkan perang tersebut telah merenggut nyawa 60 juta orang. Oleh karena itu, demi kebaikan dan perdamaian di seluruh dunia, Paus Leo XIV memberikan pesan yang juga ditujukan kepada para pemimpin dunia.

“Dalam skenario dramatis hari ini tentang perang dunia ketiga yang hancur, seperti yang berulang kali dinyatakan oleh Paus Fransiskus, saya juga berbicara kepada para penguasa dunia, mengulangi seruan yang selalu tepat waktu. Jangan ada lagi perang!” tegas Paus Leo XIV.

Baca juga: Wasiat Paus Fransiskus: Ubah Mobil Kepausan Jadi Unit Layanan Kesehatan Gaza

Harapan Umat Dunia Kepada Paus Leo XIV

Pesan yang disampaikan oleh Paus Leo XIV menyambut harapan umat dari berbagai penjuru dunia. Pesan tersebut pun langsung disambut dengan antusiasme yang luar biasa, para umat yang berkumpul pun membaur sambil bernyanyi dan berdoa bersama – sama. Para biarawati, biarawan hingga beberapa kelompok pemuda menyebutkan suasana kala itu terasa penuh harapan baru.

“Dia mencuri hati kita, karena dia membangkitkan Kekristenan. Paus mengarahkan karyanya kepada orang-orang yang terlupakan dan terpencil. Saya berharap Paus ini dapat menyatukan semua agama untuk menyelamatkan dunia, karena umat manusia sedang mengalami krisis kemanusiaan. Kita saling membunuh,” ungkap Alejandrina Espinosa, umat dari suku Quechua di Peru, sebagaimana dilansir dari Kompas.

Pada saat yang bersamaan, umat yang berkumpul optimis kepemimpian Paus Leo XIV dapat menjawab berbagai tantangan internal hingga eksternal yang saat ini ada di Gereja Katolik, dari mulai perpecahan internal sampai isu modern yang kompleks.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular