Nusantara – Ayedh Dejem Group, salah satu perusahaan asal UEA (Uni Emirat Arab) baru – baru menyatakan ketertarikan mereka akan investasi properti di IKN (Ibu Kota Nusantara). Tidak hanya berniat menanamkan investasi properti, Ayedh Dejem Group juga berencana memberikan wakaf berupa mesjid yang akan dibangun di kawasan IKN.
Investasi Properti dari Ayedh Dejem Group
Danis Hidayat Sumadilaga selaku Plt Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN menyatakan bahwa pada saat ini proses pembangunan masjid wakaf masih perlu dibahas kembali bersama Ayedh Dejem Group untuk mendapatkan detail terkait rencana pembangunan mesjid tersebut.
“Konsepnya belum, tapi main idea-nya di samping membangun itu (investasi sektor properti), ada wakaf juga dalam bentuk masjid,” kata Danis Hidayat Sumadilaga dalam kapasitasnya sebagai Plt Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN.
Lebih lanjut, Ayedh Dejem Group menyatakan rencana untuk melakukan akusisi terhadap lahan tambahan dengan luas 4 hektar, dimana setengahnya dari lahan tersebut akan dialokasikan menjadi mesjid untuk mendukung kelangsungan kehidupan sosial dan spiritual IKN, khususnya masyarakat di sekitarnya.
Untuk melancarkan proses akusisi dan investasi properti di IKN, Ayedh Dejem Group diketahui telah menandatangani Perjanjian Kerahasiaan atau NDA (Non – Disclosure Agreement) dengan pihak Otorita IKN. Adapun penandatanganan NDA tersebut merupakan langkah lanjutan dari pertemuan bersama Basuki Hadimuljono selaku Kepala Otorita IKN bersama dengan Chairman Ayedh Dejem Group.
Baca juga: Investor Asing Asal Malaysia Akan Hadirkan Townhouse di IKN
Investasi Properti Ayedh Dejem Group Dukung Visi Kota Berkelanjutan
Secara keseluruhan, Ayedh Dejem Group memiliki rencana investasi properti di atas lahan seluas 10 hektar yang ada di kawasan IKN. Kedepannya, lahan tersebut akan dikembangkan untuk menjadi kawasan campuran (mixed used) dan pusat perbelanjaan atau mal. Properti tersebut akan dibangun di lokasi strategis dan direncanakan untuk dibangun secara bertahap sejalan dengan pertumbuhan dari pembangunan IKN (Ibu Kota Nusantara).
“Kami sangat percaya bahwa investasi di Nusantara bukan hanya keputusan bisnis, tetapi juga kontribusi nyata dalam membangun pusat peradaban. Kami berharap kolaborasi ini menjadi awal dari perjalanan jangka panjang kami di Indonesia,” ujar Zed Ayesh mewakili Ayedh Dejem Group.
Setelah resmi menandatangani perjanjian NDA (Non – Disclosure Agreement), Basuki Hadimuljono selaku Kepala Otorita IKN mengajak delegasi dari Ayedh Dejem Group untuk melakukan peninjauan secara langsung ke lokasi persil yang telah direncanakan akan menjadi lokasi investasi properti dari perusahan asal UEA tersebut.
