Jakarta – M. Nuh selaku Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat menyampaikan kedepannya akan ada 3 kurikulum Sekolah Rakyat. Ketiga kurikulum Sekolah Rakyat tersebut adalah kurikulum nasional, kurikulum pendidikan karakter dan kurikulum persiapan.
Mengenali 3 Kurikulum Sekolah Rakyat
Selama pelaksanaan sekolah rakyat, ketiga kurikulum tersebut akan dilaksanakan secara sistematis. Kurikulum persiapan akan diterapkan sebelum dimulainya proses kegiatan belajar dan mengajar secara resmi pada pertengahan bulan Juli tahun 2025 mendatang.
Nuh yang juga merupakan mantan Menteri Pendidikan Nasional tersebut menyampaikan bahwa dilaksanakannya kurikulum persiapan merupakan upaya pemetaan awal tentang kondisi dan posisi para murid Sekolah Rakyat. Oleh karena itu, diperlukan beberapa tes dan upaya perbaikan pada sesi kurikulum persiapan nantinya.
“Semua kita ukur, kita bangun di situ. Nanti tak kalah penting psikometrinya, psikologisnya. Kita ingin tahu betul (potensinya, red),” tutur M. Nuh dalam kapasitasnya sebagai Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat.
Informasi tersebut M. Nuh sampaikan seusai dilaksanakannya Rapat Koordinasi Tingkat Menteri tentang Sarana dan Prasarana Infrastruktur Jaringan Sekolah Rakyat. Kedepannya, direncanakan setiap calon siswa Sekolah Rakyat akan mulai memasuki asrama di bulan Juni untuk mengikuti pelatihan.
Baca juga: Desk Sekolah Rakyat Kemensos Bantu Proses Pengajuan Daerah
Manfaat Kurikulum Sekolah Rakyat Bagi Perkembangan Siswa
Selain mempersiapkan dan melatih siswa untuk belajar dengan baik, kurikulum Sekolah Rakyat juga menerapkan kurikulum pendidikan karakter selain kurikulum nasional yang telah disusun dengan baik oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen).
Kurikulum pendidikan karakter akan mengutamakan penguatan karakter, kebangsaan, keagamaan hingga kemampuan life skill untuk setiap siswanya.
“Jadi siang itu belajar pakai kurikulum nasional, malam pakai kurikulum ini. Kan ini boarding (jadi kegiatan sampai malam, red),” papar M. Nuh dalam kapasitasnya sebagai Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat.
Saat ini, proses seleksi calon Kepala Sekolah dan guru tengah dilakukan. Tercatat ada 190 orang calon yang akan segera mengikuti seleksi wawancara dan seleksi calon guru dimulai minggu depan.
Berkenaan dengan progres Sekolah Rakyat, Saifullah Yusuf selaku Menteri Sosial memastikan 65 Sekolah Rakyat sudah siap beroperasi di tahun 2025. Dari jumlah 65 Sekolah Rakyat, diperkirakan mampu menampung setidaknya 6.800 siswa yang datang dari keluarga miskin.
