Jakarta – Pihak Indonesia dan Finlandia baru – baru ini kembali menegaskan komitmen kerja sama untuk merealisasikan investasi hijau. Hubungn bilateral tersebut direncanakan akan menyentuh berbagai sektor strategis seperti pendidikan, lingkungan, transisi energi, perdagangan hingga investasi hijau.
Usaha Perwujudan Komitmen Investasi Hijau Antara Indonesia – Finlandia
Penegasan tentang komitmen mewujudkan investasi hijau dilakukan dalam pertemuan secara langsung antara Pekka Kaihilahti selaku Duta Besar Finlandia untuk Indonesia bersama dengan Sugiono selaku Menteri Luar Negeri Republik Indonesia.
Sebagai informasi, saat ini negara Finlandia dikenal luas dalam inovasi transisi energi, sistem pendidikan yang berkualitas hingga perlindungan lingkungan. Sugiono sendiri menyebutkan bahwa Finlandia merupakan rekan yang sangat relevan dengan pemenuhan prioritas pembangunan nasional Indonesia yang mengutamakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Kerja sama dengan Finlandia memiliki potensi besar untuk mendorong percepatan transisi energi hijau dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Indonesia membuka peluang luas bagi investor asing, khususnya dari Finlandia, untuk turut serta dalam pembangunan ekonomi hijau dan transformasi digital” ujar Sugiono dalam kapasitasnya sebagai Menteri Luar Negeri RI.
Dukungan Finlandia juga berlanjut kepada proses negara Indonesia untuk menjadi anggota penuh dari OECD sebagai Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi. Dukungan yang diberikan sangat berharga untuk memperkuat posisi negara Indonesia dalam upaya tata kelola ekonomi global yang bersifat inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: Kembali Didukung Investasi Asing, IKN Berpotensi Terima US$ 1 Milyar dari AIIB
Mengenal Arti dari Investasi Hijau
Investasi hijau (green investment) mempunyai fokus khusus untuk memberikan dukungan kepada berbagai proyek yang bersifat ramah lingkungan dan juga berkelanjutan. Tujuan utama dari investasi hijau sendiri menyasar pemberian kontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan sambil tetap menghasilkan keuntungan secara finansial.
Berbagai aspek dan sektor yang termasuk ke dalam investasi hijau:
- Transportasi Berkelanjutan: transportasi umum ramah lingkungan dan kendaraan listrik,
- Pembangunan Ramah Lingkungan: penggunaan bahan yang ramah lingkungan dan pengaplikasian teknologi hemat energi,
- Energi Terbarukan: pengadaan pembangkit listrik dengan menggunakan energi terbarukan seperti tenaga surya, hidroelektrik hingga tenaga angin.
- Proyek Perlindungan Lingkungan: penanganan limbah, restorasi hutan hingga upaya konservasi satwa liar.
Dalam praktek bisnis, green investment juga memberikan banyak keuntungan bagi pihak investor selayaknya investasi konvensional lainnya, seperti peningkatan reputasi perusahaan, kepatuhan regulasi hingga diversifikasi portfolio.
