Samarinda – Pemprov Kaltim melalui pihak Disdikbud Kaltim yang bekerja sama dengan UPTD Taman Budaya membuktikan komitmen penguatan pelestarian budaya melalui pertunjukan seni dengan tajuk “Wonderland of Banua Etam”. Pertunjukan seni yang termasuk dalam program Pesona Budaya tersebut diharapkan dapat merawat warisan budaya leluhur.
Dukungan Pengembangan dan Pelestarian Budaya di Kaltim
Penyelenggaraan pertunjukan seni megah kali ini didanai langsung oleh Dana Alokasi Khusus non fisik dari pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Langkah pendanaan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pengembangan dan pelestarian budaya daerah lokal di seluruh wilayah negara Indonesia.
Adapun pertunjukan seni kali ini melibatkan setidaknya 50 penari serta 14 pemusik yang berasal dari 4 kelompok seni, yaitu Yayasan Borneo Etnika Kaltim, Sanggar Tanaq Meka’a, Sanggar Telabang dan juga Sanggar Sinta Dinata.
Demi memperkuat upaya pelestarian budaya lokal, pertunjukan “Wonderland of Banua Etam” juga berhasil menggabungkan seni musik etnik, seni gerak khas Kaltim dengan panggung memukau secara cantik dan penuh harmoni.
Moh. Herdiansyah selaku Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kaltim memberikan apresiasinya terhadap apiknya karya seni dari setiap seniman yang terlibat dalam pertunjukan seni “Wonderland of Banua Etam”.
“Berikan yang terbaik untuk ditonton masyarakat Kalimantan Timur. Buktikan bahwa budaya kita tidak kalah dengan daerah lain. Cintailah budaya,” tegas Moh. Herdiansyah dalam kapasitasnya sebagai Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kaltim.
Baca juga: Kala Fest 2025: Berlayar ke Masa Kejayaan Niaga Samarinda
Panggung Penting Bagi Budaya Kalimantan Timur
Sulistio Rini selaku ketua panitia dari pertunjukan seni “Wonderland of Banua Etam” menyatakan pada tanggal 19 Juni mendatang akan ditampillkan pertunjukan tari kolosal sebagai pembuka Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kaltim.
PKD 2025 akan diikuti 10 kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur. Melalui pertunjukan itu, kami berharap masyarakat bisa menyaksikan langsung kekayaan budaya dari seluruh penjuru Bumi Etam,” ujar Sulistio Rini dalam kapasitasnya sebagai ketua panitia dari pertunjukan seni “Wonderland of Banua Etam”.
Pertunjukan seni kali ini dinilai berhasil memacu seluruh sanggar untuk terus berkreasi serta menampilkan karya terbaiknya, tidak hanya untuk memperkaya budaya Kaltim saja, tapi juga Indonesia dan juga dunia.
“Semoga para penari yang mengikuti kegiatan membekas bagi kreator-kreator seni lainnya,” pungkas Sulistio Rini dalam kapasitasnya sebagai ketua panitia dari pertunjukan seni “Wonderland of Banua Etam”.
