Samarinda – Untuk pertama kalinya, Festival Kala Fest 2025 hadir sebagai lorong waktu dan mengajakmu bernostalgia menikmati kejayaan kota Samarinda jaman tempo dulu. Diselenggarakan di Citra Niaga Samarinda, suasana pusat perbelanjaan oleh – oleh tersebut berubah menjadi kental dengan konsep bahari dan siap menjadi oase ditengah – tengah kota Samarinda.
Nostalgia Samarinda Tempo Doeloe di Kala Fest 2025
Saat memasuki area Kala Fest 2025, kamu akan langsung disapa oleh sederetan foto – foto tentang suasana Kota Tepian saat puluhan tahun kebelakang. Untuk semakin menyempurnakan suasana nostalgia, terdapat barisan jajanan tempo dulu yang tersedia, seperti kue cubit hingga kue elat sapi.
Untuk memeriahkan suasana, panggung utama di Kala Fest 2025 terus mengalunkan musik tradisional yang terdengar begitu syahdu, dibarengi dengan suasana senja di tepi Sungai Mahakam, pengalaman datang di Kala Fest 2025 dijamin tidak akan mudah terlupakan.
Atmosfir festival semakin hidup dengan kehadiran berbagai komunitas, dari mulai komunitas pecinta sepeda ontel dengan koleksi lawas kebanggaan mereka hingga sederetan motor vespa jadul yang penuh dengan kisah inspiratif dari masa lalu.
Kamu juga memiliki kesempatan untuk kembali mengenang masa kecil dengan mencoba berbagai permainan tradisional dari mulai belogo sampai enggrang yang tentunya saat ini sudah sangat sulit untuk ditemukan.
Baca juga: Festival Wonderful Vesak Berhasil Pecahkan Rekor MURI
Upaya Menguatkan Budaya Lokal di Samarinda
Meski saat ini kita hidup di zaman modern dan serba digital, Tirtonegoro Foundation selaku pihak penyelenggara Kala Fest 2025 ingin memperkuat budaya dalam benak dan pikiran masyarakat.
“Kami ingin mengajak masyarakat Samarinda untuk sejenak melupakan modernitas dan kembali mengenang akar budaya kita,” terang Rahmad Azazi Rhomantoro dalam kapasitasnya sebagai founder dari Tirtonegoro Foundation.
Mengingat kota Samarinda sebagai kota pelabuhan memiliki sejarah yang begitu panjang dan inspiratif, Rahmad Azazi Rhomantoro menyakini pemilihan konsep bahari sangat cocok untuk merefleksikan semangat Kala Fest 2025.
“Kenapa Citra Niaga, karena ini adalah episentrumnya. Ada sejarah di sini. Kami juga undang pengunjung untuk mengenakan busana terbaik mereka yang menggambarkan suasana tempo dulu. Mau retro, vintage, bebas silakan,” jelas Rahmad Azazi Rhomantoro dalam kapasitasnya sebagai founder dari Tirtonegoro Foundation.
