HomeBisnisOJK Edukasi Keuangan Agar Masyarakat Pintar Kelola Uang

OJK Edukasi Keuangan Agar Masyarakat Pintar Kelola Uang

Samarinda – Pihak OJK (Otoritas Jasa Keuangan) baru – baru ini melakukan upaya OJK edukasi keuangan demi meningkatkan literasi, pemahaman dan inklusi keuangan di Kalimantan Timur.

Langkah edukasi ini diambil oleh pihak OJK sebagai usaha perlindungan terhadap konsumen di sektor industri jasa keuangan. GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) menjadi salah satu program yang paling digalakkan dan dilaksanakan secara masif sepanjang tahun 2024 kemarin.

Keberhasilan Upaya OJK Edukasi Keuangan

Program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) dari pihak OJK diketahui berhasil menjangkau total 65.794 peserta lewat penyelenggaraan 358 kegiatan di 56 kota dan kabupaten.

“Peserta yang terlibat berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, hingga kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan masyarakat di wilayah 3T,” jelas Kepala OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Kaltim dan Kaltara, Parjiman.

Upaya Literasi Keuangan Menjadi Fokus Utama

Salah satu upaya utama dari OJK edukasi keuangan adalah peningkatan literasi keuangan dengan sistem syariah. Diketahui telah diselenggarakan 83 kegiatan literasi keuangan syariah yang berhasil menjangkau 14.914 peserta.

Tidak hanya melakukan literasi keuangan, pihak OJK juga menyelenggarakan inklusi keuangan. TPAKD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah) bekerja sama dengan pihak OJK menyelenggarakan berbagai program yang akan meningkatkan akses terhadap berbagai produk – produk keuangan seperti penyaluran Pembiayaan Melawan Rentenir (KPMR) / Kredit dengan total dana penyaluran mencapai Rp 119.15 miliar kepada sekitar 9.576 kepada seluruh debitur yang ada di Kalimantan.

“Di Kaltim dan Kaltara, terdapat 1.218.478 rekening dengan total penghimpunan dana Rp 706,49 miliar. Jadikan Kaltim & Kaltara dengan penghimpunan dana tertinggi, disusul Kalteng dengan Rp 321,17 miliar, lalu Kalbar senilai Rp 216,15 miliar dan Kalsel Rp 169,05 miliar” ungkap Parjiman selaku Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim dan Kaltara.

Selama upaya OJK edukasi keuangan, pihak OJK berhasil melaksanakan program EPIKS (Ekosistem Pondok Pesantren Inklusif Keuangan Syariah) dan EKI (Ekosistem Keuangan Inklusif) sekaligus memperkenalkan berbagai produk dan juga layanan jasa keuangan kepada masyarakat luas yang tinggal di desa dan juga pondok – pondok pesantren.

“Dalam rangka memperluas jangkauan inklusi keuangan, OJK bersama berbagai pemangku kepentingan juga melaksanakan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dan Hari Indonesia Menabung (HIM) dengan total peserta mencapai 61.859 orang,” ujarnya.

Selanjutnya, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempunyai target untuk melanjutkan program – program literasi keuangan tersebut di tahun 2025 dengan lebih mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan juga infrastruktur yang dimiliki seperti penggunaan sarana fasilitas mobil Si – Molek.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular