Nusantara – Tidak hanya dirancang untuk menjadi pusat pemerintahan baru bagi negara Indonesia, IKN (Ibu Kota Nusantara) juga diupayakan untuk menjadi kota cerdas berkelanjutan dan menjadi salah satu teladan untuk kawasan global.
Upaya Pembentukan IKN Sebagai Kota Cerdas Berkelanjutan
Salah satu visi utama dari visi pembentukan IKN sebagai kota cerdas berkelanjutan adalah Nusantara Urban Mobility Masterplan and Intelligent Mobility Ecosystem. Program tersebut merupakan salah satu program ambisius yang diprakarsai oleh pihak Otorita IKN dan menjalin kolaborasi bersama dengan pihak Kemitraan Indonesia – Australia untuk Infrastruktur (KIAT).
Kolaborasi antar pihak Otorita IKN dengan KIAT sendiri sudah dimulai sejak tahun 2022 bersamaan dengan Bappenas. Adapun saat itu kolaborasi ditujukan untuk melakukan revolusi mobilitas perkotaan melalui teknologi cerdas. Hal ini tentunya berhubungan langsung dengan perwujudan IKN sebagai kota cerdas berkelanjutan.
Mohammed Ali Berawi selaku Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN menjelaskan bahwa saat ini pihak Otorita IKN bekerja sama dengan KIAT (Kemitraan Indonesia – Australia untuk Infrastruktur) untuk menyusun dan mewujudkan Nusantara Urban Mobility Masterplan and Intelligent Mobility Ecosystem.
Perwujudan program tersebut menjadi sangat penting karena inilah upaya kolaborasi untuk mengadopsi teknologi mobilitas cerdas terkini di IKN sebagai calon kota cerdas berkelanjutan sekaligus jantung ibu kota baru negara Indonesia.
“Co-Creation Intelligent Mobility Ecosystem Nusantara ini juga untuk merumuskan perencanaan strategis mobilitas cerdas dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan,” ujar Mohammed Ali Berawi dalam kapasitasnya sebagai Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN.
Baca juga: Ketertarikan Investasi Swasta di IKN Meningkat, Pihak Otorita Tawarkan ADP
Urgensi KIAT Terhadap Transformasi Hijau & Digital di IKN
Upaya program bersama KIAT sendiri akan berfokus pada upaya penguatan penyusunan rencana induk mobilitas kota cerdas berkelanjutan yang terintegrasi. Sektor transportasi dan mobilitas cerdas menjadi salah satu domain utama yang ada di dalam blueprint kota cerdas berkelanjutan IKN, bersamaan dengan energi hijau hingga pengelolaan sampah cerdas.
Kajian teknis yang sudah dilakukan bersamaan dengan pihak KIAT kini telah memasuki tahap perencanaan partisipatif. Nantinya para pihak lintas K/L dan sektor industri akan bertemu untuk merumuskan peta jalannya ekosistem transportasi dan mobilitas cerdas yang inovatif.
“Dengan fokus pada mobilitas cerdas, IKN berpotensi menjadi pionir dalam penerapan teknologi transportasi masa depan, meninggalkan kota-kota lain dalam hal efisiensi, kenyamanan, dan keberlanjutan mobilitas,” kata Mohammed Ali Berawi dalam kapasitasnya sebagai Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN kembali.
