Kalimantan Timur – Disdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Provinsi Kalimantan Timur saat ini mulai melaksanakan proses pendataan pelajar dan juga mahasiswa. Hal ini dilakukan sebagai langka awal realisasi program gratis pol, program besutan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud – Seno Aji yang memberikan dukungan pendidikan gratis mulai dari jenjang SMA hingga S3.
Disdikbud Kaltim Tunggu Petunjuk Teknis Program Gratis Pol
Rahmat Ramadhan selaku Plt Kepala Disdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Provinsi Kaltim menyatakan saat ini pihaknya sedang menunggu adanya petunjuk teknis secara resmi dari Gubernur sebelum program ini benar – benar resmi dijalankan. Rahmat Ramadhan menegaskan pihaknya siap untuk mendukung kesuksesan program gratis pol.
“Kami menunggu juknis yang akan dibuat oleh gubernur baru. Pada prinsipnya, kami siap mendukung penuh pelaksanaan program pendidikan gratis ini,” ujar Plt Kepala Disdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Provinsi Kalimantan Timur, Rahmat Ramadhan.
Jika merunut kepada Lampiran Undangan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltim No. 500.10.9.8/3670/Disdikbud.III maka tahap pertama dari proses realisasi program gratis pol ini dimulai dari diskusi dan pendataan. Sayangnya, proses ini harus ditunda sebentar karena pertemuan ini harus ditunda setelah pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur dilakukan.
Skema Implementasi Program Gratis Pol
Untuk menjalankan program pendidikan gratis mulai SMA hingga S3, perlu dilakukan perumusan skema implementasi program terlebih dahulu. Dalam hal ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur akan bekerja sama langsung dengan berbagai institusi pendidikan tinggi daerah seperti Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Politeknik Kesehatan Kemenkes, Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) hingga Universitas Mulawarman (Unmul).
Tim transisi pun bersiap untuk ikut bekerja aktif dalam proses penyusunan aspek teknis dari program gratispol. Untuk saat ini, fokus utama yang bisa dilakukan adalah memastikan tersedianya data yang akurat berkaitan dengan jumlah pelajar dan juga mahasiswa yang berada di provinsi Kalimantan Timur yang kedepannya akan menjadi penerima manfaat program gratis pol.
“Masih dalam tahap penyusunan, termasuk persyaratan penerima program ini. Apakah kriterianya akan sama seperti sebelumnya atau diperluas agar lebih banyak pelajar dan mahasiswa yang bisa mendapatkan bantuan,” jelas Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, Rahmat Ramadhan.
Mengingat ada beberapa proses yang harus dilakukan terlebih dahulu, Rahmat Ramadhan meminta agar para pelajar dan juga mahasiswa di provinsi Kalimantan Timur untuk bersabar. Terlebih tahap perencanaan merupakan tahap yang sangat penting demi berjalannya program yang maksimal.
“Draft regulasinya belum final, jadi kita masih menunggu juknis dari gubernur terpilih sebelum program ini dapat direalisasikan,” tutup Rahmat Ramadhan.
