HomeHukumDihantam Tongkang Muatan Kayu, Tim Khusus Investigasi Kondisi Jembatan Sungai Mahakam

Dihantam Tongkang Muatan Kayu, Tim Khusus Investigasi Kondisi Jembatan Sungai Mahakam

Samarinda – Sayangnya, jembatan sungai Mahakam sudah tidak asing dalam insiden penabrakan. Kali ini, seiring bertambahnya usia jembatan, keadaannya mulai menurun dan insiden tabrakan dengan tongkang muatan kayu semakin memperparah keadaan. Demi memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jembatan, tim khusus pun sigap diturunkan.

Tabrakan Akibatkan Fender Jembatan Sungai Mahakam Jatuh

Fender merupakan salah satu bagian vital yang berfungsi untuk melindungi struktur utama dari pilar jembatan. Saat ini, fender pelindung jembatan telah hancur dan tenggelam. Kerusakan fender diakibatkan oleh insiden tabrakan dengan tongkang Indosukses 28 yang ditarik oleh Tugboat MTS 28 yang saat itu tengah mengangkut muatan kayu. Alhasil, kini struktur jembatan jadi tergeser dari posisi aslinya.

Mengetahui hal ini, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Provinsi Kalimantan Timur sigap melakukan pengecekan jembatan yang diketahui telah berdiri tegak sejak masa mantan Presiden mendiang Soeharto.

Setelah dilakukan pengecekan dan pemeriksaan, diketahui P3 (Pilar Tiga) telah bergeser sepanjang 3 sentimeter. Cor yang ada di bagian pilar tersebut juga mengalami kerusakan, besi pembatas yang ada di sekitar kerusakan juga merenggang.

Update Pemeriksaan dan Investigasi Saat Ini

Hendro Satrio Muhammad Kamaludin selaku Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Provinsi Kalimantan Timur menyatakan bahwa pihaknya yakin fender jembatan sungai sebelumnya sudah sangat kuat tapi akan terus melakukan pemeriksaan.

“Fender itu sudah hilang ya karena ditabrak tongkang itu (Indosukses 28),” jelas Hendro
Satrio Muhammad Kamaludin.

Mengingat bagian fender akan sangat mempengaruhi performa jembatan, maka hal ini akan sangat krusial. Apalagi bagian P3 (Pilar Tiga) merupakan bagian yang seringkali menjadi sasaran tabrakan tongkang. “Ya harus secepatnya dibuat. Itu alasannya kenapa sampai saat ini kapal masih ditahan, perusahaannya harus tanggung jawab,” tegasnya kembali.

Sementara itu, Capt Yudi Kusmiyanti selaku Kabid Berlayar, Penjagaan dan Patroli Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Samarinda menegaskan bahwa jika cuaca buruk terjadi, seharusnya aktivas pengolongan tidak dipaksakan.

“Nanti kami akan memanggil petugas pandu juga untuk diambil keterangan. Karena tongkang mengalami kemiringan dan dikhawatirkan menambah masalah. Pemindahan untuk dikirim ke lokasi tersus awal, bukan dilanjutkan, jadi kembali ke Muara Kaman, Kukar,” ujar Capt Yudi Kusmiyanti

Mengingat akibat yang ditimbulkan cukup fatal, pihaknya akan melakukan investigasi lapangan menyeluruh dan tak ragu untuk memberikan sanksi sesuai hukum yang berlaku.
“Assist pandu itu bisa diberi sanksi jika memang lalai. Sanksinya bisa skorsing atau pencabutan ijazah,” tutup Capt. Yudi Kusmiyanti.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular