HomeInternasionalTerkena Pneumonia Ganda, Seperti Ini Status Kesehatan Paus Fransiskus

Terkena Pneumonia Ganda, Seperti Ini Status Kesehatan Paus Fransiskus

Jakarta – Baru – baru ini Paus Fransiskus telah didiagnosis terkena penyakit pneumonia ganda, kondisi medis ini membuat beliau harus dirawat di rumah sakit dalam jangka waktu yang cukup panjang. Awalnya, pemimpin umat Katolik seluruh dunia tersebut dirawat di rumah sakit Gemelli pada hari Jumat pekan lalu karena penyakit bronkitis.

Penyakit Bronkitis Paus Fransiskus Berkembang Menjadi Pneumonia

Saat pertama kali dirawat, Paus kelahiran Argentina ini didiagnosis terkena penyakit bronkitis, namun setelah beberapa lama penyakit tersebut berubah menjadi pneumonia di kedua organ paru – parunya. Meskipun begitu, pihak Vatikan tetap memastikan bahwa Paus berusia 88 tahun tersebut tidak mengalami demam parah dan aliran darah beliau pun tetap stabil.

“Malam ini berjalan dengan baik, pagi ini Paus Fransiskus bangun dan sarapan,” demikian laporan Vatikan sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia.

Pihak Vatikan juga memastikan bahwa kini Paus tetap mampu melanjutkan kewajiban korespondensi. Ketua Konferensi Uskup Italia, Kardinal Matteo Maria Zuppi, menyebutkan bahwa saat ini Paus tengah berada di jalan yang benar.

“Fakta bahwa Paus sarapan, membaca koran, menerima umat, berarti kita berada di jalur yang tepat menuju pemulihan penuh, yang kami harap akan segera terjadi,” ungkap Kardinal Matteo Maria Zuppi.

Demi menjaga kesehatan Paus saat ini, pihak Vatikan membatalkan beberapa agenda selama sepekan kedepan, termasuk audiensi dan misa rutin yang diselenggarakan di Basilika Santo Petrus. Sebagai informasi, Paus telah mengalami masalah kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Diketahui saat muda ia pernah menderita radang selaput dada, akibatnya sebagian paru – parunya harus diangkat. Hal ini membuatnya lebih rentan terhadap infeksi paru – paru.

Mengenal Penyakit Pneumonia yang Diderita Paus

Penyakit Pneumonia disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu jamur, bakteri atau infeksi virus. Proses penularan dapat terjadi ketika seorang individu terpaksa menghirup percikan air liur (droplet) ketika penderita pneumonia sedang berbicara, bersin ataupun batuk. Virus dan bakteri yang menyebabkan pneumonia juga dapat menular akibat tak sengaja menyentuh mata, mulut ataupun hidung yang tak bersih.

Gejala Penyakit Pneumonia:
– Demam tinggi, berkeringat hingga menggigil
– Sakit kepala,
– Sesak nafas saat beraktivitas
– Muntah atau merasa mual
– Denyut jantung menjadi cepat
– Diare
– Batuk kering atau berdahak berwarna hijau
– Nyeri di bagian dada atau perut saat menarik nafas dalam
– Kehilangan nafsu makan
– Nyeri otot

Segera bawa penderita ke dokter dan fasilitas kesehatan jika individu tersebut mengalami demam tinggi lebih dari 39°C, mengalami batuk yang tak kunjung lebih dari 3 minggu, lemas dan sulit untuk dibangunkan, batuk bernanah atau berdarah, nyeri dada ataupun kulit dan bibir yang membiru.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular