Jakarta – Aktris muda asal Korea Selatan, Kim Saeron, baru – baru ini diketemukan meninggal dunia di rumahnya pada umur 24 tahun. Menurut hasil penyelidikan, diketahui keadaan medis henti jantung menjadi penyebab Kim Saeron berpulang di usia yang masih begitu muda.
Memahami Lebih Lanjut Tentang Henti Jantung
Menurut Mayo Clinic, keadaan henti jantung atau cardiac arrect adalah keadaan berhentinya aktivitas jantung secara tiba – tiba dikarenakan irama jantung yang berpacu tidak beraturan. Akibatnya, usaha pernafasan berhenti dan individu yang mengalami cardiac arrect hilang kesadaran.
Hal yang fatal dalam kasus Kim Saeron adalah, ketika penderita henti jantung tidak segera mendapatkan penanganan, keadaan medis tersebut akan berujung pada kematian. Pasalnya, keadaan henti jantung sangat jauh berbeda dengan serangan jantung. Ketika serangan jantung terjadi, terdapat sesuatu yang menghambat pergerakan aliran darah ke bagian tertentu dari organ jantung.
Sementara itu, penyebab henti jantung bukanlah penyumbatan melainkan serangan jantung yang menciptakan perubahan aktivitas jantung yang kemudian berakibat pada berhentinya aktivitas jantung secara mendadak.
Gejala Henti Jantung yang Harus Diwaspadai
Meski samar dan sulit dideteksi sebelumnya, menurut Alodokter, terdapat beberapa gejala yang kemungkinan berujung pada keadaan cardiac arrest, yaitu:
– Rasa tidak nyaman pada dada
– Merasa badan lemah
– Sesak nafas
– Detak jantung yang tidak beraturan atau berdebar dengan cepat
– Pingsan / Hampir kehilangan kesadaran
– Pusing atau merasakan sensasi melayang
Sayangnya, penyakit ini sering datang tanpa peringatan. Ketika organ jantung berhenti berfungsi, pasokan oksigen dari darah akan terhenti sehingga menyebabkan kematian atau kerusakan otak secara permanen.
Keadaan Medis yang Mempertinggi Resiko Terkena Cardiac Arrest
Meski kondisi cardiac arrest dapat dialami oleh siapa saja, individu dengan riwayat penyakit berikut memiliki resiko lebih tinggi terkena cardiac arrest:
– Mengidap penyakit jantung koroner
– Memiliki penyakit kardiomiopati yang berkaitan dengan otot jantung
– Pernah mengalami gangguan katup jantung
– Memiliki riwayat keluarga yang mengidap penyakit jantung
Untuk menghindari kemungkinan mengalami keadaan cardiac arrest, hindari diri dari kondisi berikut:
– Merokok
– Diabetes
– Sleep Apnea
– Obesitas atau obesitas morbid
– Gagal ginjal kronis
– Hipertensi atau tekanan darah tinggi
– Wolf Parkinson White syndrome
– Kadar kolesterol tinggi
– Mengkonsumsi NAPZA, seperti contonya kokain ataupun amfetamin
– Kadar kalium dan magnesium dalam darah tidak seimbang
– Riwayat penyakit jantung
– Tidak aktif bergerak atau jarang berolahraga
