Balikpapan – Suwanto selaku anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan tengah menyoroti peran penting keberagaman dan kearifan lokal dalam pengembangan sektor pariwisata. Baru – baru ini, ia mengingatkan pentingnya terselenggaranya Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) untuk membahas isu dan potensi pariwisata lokal secara lebih mendalam.
Pentingnya Menghadirkan Kearifan Lokal dalam Pariwisata
Saat ini pihak DPRD terikat dalam upaya pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah kota Balikpapan yang sebelumnya diprogram sehingga diakui memiliki keterbatasan dalam pemberian bantuan dan mendorong sektor pariwisata secara langsung.
Oleh karena itulah, Suwanto sebagai anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, kembali mengingatkan bahwa sangat krusial bagi setiap pihak yang terkait untuk benar – benar memahami skema perencanaan pembangunan daerah.
“Selama ini belum pernah digelar musrenbang khusus pariwisata. Padahal, sektor ini memiliki potensi besar jika digarap dengan serius dan terarah. DPRD tidak bisa langsung memberikan, karena kita bekerja berdasarkan RPJMD. Jadi harus dipahami betul mana program yang masuk dalam skala prioritas dan harus dibahas setiap tahunnya,” jelas Suwanto dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan.
Baca juga: Bantu Pengembangan Wisata, APRI Balikpapan Siap Dukung Pemancing Lokal
Arah Pengembangan Pariwisata dengan Kearifan Lokal
Kedepannya, Suwanto mengajak para akademisi untuk dapat mulai memformulasikan upaya pengembangan wisata Balikpapan secara berkelanjutan dengan melibatkan keberagaman dan kearifan lokal menuju tahun 2030.
Suwanto juga mengingatkan kembali urgensi dari analisa kebutuhan budaya lokal yang dapat menjadi dasar atau fondasi utama dari upaya pengembangan pariwisata dengan berbasis kearifan lokal.
“Di 2030 nanti, kita harus punya sesuatu yang benar-benar khas dan lahir dari musrenbang. Sesuatu yang dibangun berdasarkan kebutuhan lokal, bukan sekadar mengikuti tren,” kata Suwanto dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan.
Dalam waktu yang bersamaan, Suwanto juga mengajak beberapa paguyuban lain seperti paguyuban Manado dan paguyuban Banyuwangi untuk dapat menampilkan keunikan budaya daerah mereka di kota Balikpapan. Hal tersebut dipastikan dapat menjadi penarik wisatawan, menguatkan rasa kebersamaan hingga menjadi obat rindu bagi para perantau di Benua Etam.
“Bayangkan kalau kita bisa hadirkan kultur Banyuwangi, hingga Manado dalam satu kawasan pariwisata. Mereka tak perlu pulang kampung untuk merasakan suasana daerahnya. Ini bisa jadi magnet wisata juga,” ujar Suwanto dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan.
