Samarinda – Kompetisi esports cabang sepak bola online tidak hanya sekedar menjadi program tahunan saja. Bagi pihak ESI Kaltim sebagai penyelenggara, tetap ada kewajiban setelahnya untuk memberikan coaching alias program lanjutan kepada pihak pemenang, termasuk yang menjadi 10 besar Kaltim eFootball League.
Atlet eSport Akan Berada Dalam Pemantauan ESI Kaltim
Kedepannya, para pemenang dan atlet yang masuk ke dalam tahap 10 besar akan dipantau terus perkembangannya oleh pihak ESI Kaltim, sehingga performa atlet eSport dipastikan tidak menurun. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pihak ESI Kaltim menyiapkan beberapa agenda khusus untuk menjaga setiap atlet tersebut tetap rajin berkompetisi.
“Yang utama kita akan adakan coaching clinic dengan mendatangkan pemateri yang sudah berpengalaman di berbagai event baik nasional maupun internasional,” ucap Sujarwo Arief Widodo dalam kapasitasnya sebagai Kepala Bidang eFootball di ESI (Esports Indonesia) cabang Kaltim.
Esports Indonesia Cabang Kaltim Adakan Turnamen Internal dan Umum
Tidak hanya menyediakan coaching clinic, Sujarwo Arief Widodo juga memastikan pihak ESI Kalimantan Timur akan membuat agenda turnamen dalam lingkup internal dan juga umum. Pengadaan program turnamen secara rutin adalah untuk menjaga performa atlet eSport untuk tetap meningkat meski tidak sedang berkompetisi.
Baca juga: ESI Kaltim Serius Siapkan Atlet Esport untuk PON
“Mungkin bisa dua atau tiga bulan sekali kita adalah turnamen yang hadiahnya besar. Jadi pemain dari luar daerah pasti tertarik untuk ikut. Artinya, pemain kita harus selalu siap berkompetisi,” ujar Sujarwo Arief Widodo dalam kapasitasnya sebagai Kepala Bidang eFootball di ESI (Esports Indonesia) cabang Kaltim.
Sujarwo Arief yang juga merupakan anggota DPRD Berau menyatakan dirinya bersyukur bahwa kompetisi Kaltim eFootball League dapat terlaksana secara lancar. Ia menyatakan cukup banyak hal positif yang bisa didapatkan dari penyelenggaraan kompetisi tersebut.
Salah satunya, kini pihak ESI Kalimantan Timur sudah berhasil mengatasi kesulitan untuk mengirimkan atlet eSport lokal ke berbagai event tingkat nasional karena mereka sudah memiliki data pemain lengkap beserta berbagai prestasi yang berhasil mereka raih.
“Kita sekarang sudah punya bank data pemain eFootball Kaltim. Jadi kalau mau mengirim atlet ke event besar, kita bisa lihat ranking mereka. Nilai plus lainnya adalah ESI Kabupaten dan Kota tertolong dengan event ini, mereka tidak perlu lagi seleksi untuk Porprov, sudah ada pemainnya,” imbuh Sujarwo Arief Widodo selaku Kepala Bidang eFootball di ESI (Esports Indonesia) cabang Kaltim.
