HomeOlahraga & KesehatanWamenkes: "Pasien Penyakit Ginjal Tidak Terganggu Efisiensi"

Wamenkes: “Pasien Penyakit Ginjal Tidak Terganggu Efisiensi”

Jakarta – Dante Saksono Harbuwono selaku Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) memastikan bahwa penerapan efisiensi anggaran tidak akan mengganggu kualitas pelayanan kesehatan dan keputusan tindakan medis bersifat life saving, termasuk untuk pasien penyakit ginjal.

Apakah Efisiensi Anggaran Pengaruhi Treatment Pasien Penyakit Ginjal?

Dante Saksono Harbuwono selaku Wamenkes (Wakil Menteri Kesehatan) dan Lucia Rizka Andalusia selaku Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes baru – baru ini menghadiri diskusi dengan tajuk “Efisiensi Anggaran Kesehatan: Transplantasi Ginjal, Sebuah Harapan atau Sekadar Angan?” yang diselenggarakan oleh pihak Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI).

Dalam kesempatan diskusi tersebut, Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, memastikan efisiensi anggaran kesehatan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah tidak akan mengurangi kualitas penanganan kesehatan kepada pasien penyakit ginjal.

“Kualitas pelayanan kesehatan tidak akan terganggu dan tindakan-tindakan life saving akan tetap terlaksana sebagaimana mestinya. Dan itu adalah amanah yang diberikan kepada Kementerian Kesehatan sebagai lokomotif dari seluruh peran aktivitas kesehatan yang ada di negara kita ini,” ungkap Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono.

Lucia Rizka Andalusia selaku Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan juga menyakinkan hal serupa. Ia menyatakan bahwa tindakan efisiensi kesehatan yang dilakukan adalah berupa peniadaan anggaran dinas luar kota beserta kegiatan rapat yang sebelumnya seringkali dilakukan.

“Yang dipotong itu untuk dinas luar kota dan biaya rapat, kami sudah tidak meeting di restoran dan hotel seperti ini,” ujar Lucia Rizka Andalusia.

Menjawab kekhawatiran yang menjadi tajuk diskusi yang diselenggarakan oleh Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPDCI), Dante Saksono Harbuwono memastikan tindakan transpalantasi ginjal bukan sekedar angan – angan.

“Saya ingin menjawab judul yang ada pada topik diskusi kita hari ini. ‘Efisiensi Anggaran Kesehatan: Transplantasi Ginjal, Sebuah Harapan atau Sekadar Angan?’ saya akan jawab ini adalah harapan dan akan kita wujudkan bersama,” kata Dante Saksono Harbuwono dalam kapasitasnya sebagai Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes).

Baca juga: Terapkan Efisiensi Anggaran, Pemkot Balikpapan Pilih Program Pro Rakyat

Kekhawatiran Pasien Penyakit Ginjal

Ketua Umum dari Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia, Tony Richard Samosir, menyatakan kini kekhawatiran terkait keputusan efisiensi anggaran kesehatan menjadi perhatian utama dari pasien penyakit ginjal di komunitasnya.

Mereka mengkhawatirkan upaya efisiensi anggaran di sektor kesehatan tersebut akan berdampak negatif terhadap kualitas penanganan dan pembiayaan prosedur medis yang kompleks pada pasien penyakit ginjal, salah satunya tindakan transplantasi ginjal.

“Kesehatan merupakan pilar utama dalam pembangunan suatu negara. Ketersediaan layanan kesehatan yang optimal tidak hanya berdampak pada kesejahteraan individu tetapi juga produktivitas nasional,” ungkap Tony Richard Samosir selaku Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular