HomePolitikMasuk Daftar Calon Kuat, Akankah PLTN IKN Segera Terwujud?

Masuk Daftar Calon Kuat, Akankah PLTN IKN Segera Terwujud?

Kalimantan Timur – Saat ini provinsi Kalimantan Timur masuk ke dalam salah satu lokasi potensial untuk proyek pembangunan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir). Informasi ini didapatkan dari hasil kajian BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) yang masuk ke dalam BRIN (Badan Riset dan Inovasi). Diketahui, terdapat 3 lokasi yang masuk ke dalam daftar potensial pembangunan PLTN di Kalimantan Timur. Dengan ini apakah proyek PLTN IKN akan menjadi nyata?

Review Kemungkinan Proyek PLTN IKN

Berdasarkan BRIN (Badan Riset dan Inovasi), ketiga lokasi yang menjadi kawasan potensial yang cocok untuk dibangun PLTN adalah Kukar (Kutai Kartanegara), Kutai Timur (Kutim) dan PPU (Penajam Paser Utara).

Hal ini disampaikan oleh Eniya Listiani Dewi selaku Direktur Jenderal EBTKE (Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi) dari Kementerian ESDM pada momen Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dengan Komisi XII DPR RI.

“Sebetulnya dulu BATAN telah mengidentifikasi 28 lokasi di Indonesia. Jadi saat ini ditindaklanjuti oleh BRIN dan lokasi-lokasi tersebut itu ada di Semenanjung Muria, Banten, Pulau Bangka, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Batam, Nusa Tenggara Barat, dan seterusnya,” kata Eniya Listiani Dewi sebagaimana dilansir dari Kaltim Post.

Lebih lanjut, Eniya menyatakan setiap lokasi yang masuk ke dalam daftar calon kuat pembangunan PLTN harus segera dievaluasi kembali. Hal ini penting karena BRIN (Badan Riset dan Inovasi) harus mempertimbangkan sisi penerimaan masyarakat juga harus dipertimbangkan dan diperbarui kembali.

“Bagaimana kondisi pertanahannya seperti apa, semua harus mulai di-review kembali tentang data-data ini. Karena sudah lampau data Batan yang dulu pernah dilakukan,” ujar Eniya Listiani Dewi kembali.

Pembangunan PLTN Berdasarkan Kebutuhan Listrik Masyarakat

Kebutuhan pembangunan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) saat ini semakin terasa diperlukan karena Indonesia adalah negara kepulauan yang setiap daerah dan kepulauannya memiliki perbedaan kebutuhan listrik. Antara satu wilayah dengan wilayah lainnya kapasitas giga watt yang dikonsumsi juga akan sangat berbeda.

“Apakah kita nanti akan menggunakan SMR (Small Modular Reactor) ataupun land based (lahan tapak) yang lebih besar 1.000 MW dan seterusnya, kita akan melihat nanti. Sesuai kebutuhan lokasi. Lalu jenis teknologinya yang akan dipakai seperti apa. Dan ini semua juga disesuaikan dengan sistem PLN yang grid-nya PLN seperti apa. Akan disesuaikan,” ucap Eniya Listiani Dewi selaku Direktur Jenderal EBTKE (Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi) dari Kementerian ESDM.

Sampai saat ini, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mendaftar ada total 28 lokasi yang dipandang cocok dan potensial untuk dibangun PLTN di Indonesia. 42.9% lokasi telah berhasil melalui hasil skrining faktor penolak, 42,9% lainnya masih ke dalam tahap pra – survei, 10,7% sudah selesai disurvei sedangkan 3,6% sisanya masih dalam tahap penapisan.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular