Balikpapan – Terjadinya bencana tanah longsor di area Gunung Polisi, Muara Rapak, Balikpapan Utara diketahui mulai membahayakan warga yang berdiam di sekitar lokasi. Sigap merespons hal tersebut, satuan Brimob Polda Kalimantan Timur segera mengevakuasi warga dari wilayah yang diketahui padat penduduk tersebut.
Bencana Tanah Longsor Diakibatkan Lebatnya Volume Hujan
Terjadinya bencana tanah longsor diketahui dipicu oleh adanya aktivitas pergeseran siring atau dinding penahan tanah yang berada di bagian belakang tempat tinggal rumah. Diketahui hal tersebut terjadi karena kondisi tanah yang cukup labil setelah terjadinya hujan lebat baru – baru ini.
Sebagaimana kita ketahui bencana tanah longsor terjadi karena meningkatnya volume air yang meresap ke dalam tanah sehingga menambah bobot dari tanah di kawasan tersebut. Ketika tanah longsor terjadi, biasanya material seperti bebatuan, bahan – bahan rombakan, tanah dan berbagai material ikut terbawa ke bagian bawah dan membahayakan individu dan masyarakat yang berada di area tersebut.
Dalam bencana yang terjadi di Gunung Polisi, diketahui fondasi yang dimiliki salah satu rumah warga telah ambruk ke bagian belakang. Oleh karena itu pihak Brimob Polda merasa khawatir bahwa bencana longsor susulan akan segera terjadi. Dalam waktu singkat, Iwan Pamuji selaku Komandan Batalyon A Pelopor Kompol segera mengarahkan Tim Respons Bencana ke lokasi.
“Personel untuk mendatangi lokasi dan membantu proses penanganan serta evakuasi bersama warga dan relawan,” ujar Iwan Pamuji dalam kapasitasnya sebagai Komandan Batalyon A Pelopor Kompol.
Baca juga: Gesit Penanggulangan Bencana, Kodam Mulawarman Siapkan 600 Personel
Brimob Polda Tetap Himbau Warga Untuk Waspada
Saat ini pihak Brimob Polda Kaltim telah mengerahkan tim berkemampuan SAR untuk segera membantu proses penanganan di lokasi bencana tanah longsor. Namun, Dansat Brimob Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Andy Rifai memberikan himbauan agar warga tetap waspada karena curah hujan saat ini tetap tinggi dan kondisi geologis terdeteksi tetap tidak stabil.
“Kehadiran kami bagian dari komitmen Brimob dalam merespons cepat kejadian bencana dan mendukung keselamatan masyarakat. Kami imbau masyarakat tetap berhati-hati, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor. Situasi tanah yang labil dan cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan bencana susulan,” imbau Kombes Pol Andy Rifai dalam kapasitasnya sebagai Dansat Brimob Polda Kalimantan Timur.
