Samarinda – Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim kembali memperpanjang ikatan kolaborasi untuk pembangunan hijau dengan pihak YKAN (Yayasan Konservasi Alam Nusantara) hingga kurun waktu 5 tahun kedepan. Kesepakatan kolaborasi tersebut diresmikan di Kantor Gubernur dan akan berlaku hingga tahun 2030 mendatang.
Realisasi Komitmen Pembangunan Hijau Basis Konservasi
Rudy Mas’ud selaku Gubernur Kaltim menyebutkan bahwa kolaborasi bersama pihak YKAN merupakan perwujudan komitmen pembangunan hijau secara berkelanjutan demi menjadikan provinsi Kalimantan Timur sebagai wilayah yang hijau dan adaptif terhadap krisis cuaca dan iklim.
Dalam waktu yang sama, Rudy Mas’ud juga memberikan apresiasinya terhadap Yayasan Konservasi Alam Nusantara yang telah memberikan dukungan terbaik dalam usaha pengelolaan SDA (Sumber Daya Alam) di Benua Etam secara berkelanjutan.
“Keberlanjutan kerja sama ini menunjukkan bahwa sinergi antar lembaga bisa memberikan hasil nyata. Harapan kami, kolaborasi ini terus berbuah positif demi masa depan lingkungan Kaltim,” ujar Rudy Mas’ud dalam kapasitasnya sebagai Gubernur Kaltim.
Baca juga: Pengembangan Ekowisata Diprediksi Sebagai Solusi Ketergantungan Tambang
Keberhasilan dan Pencapaian Kerja Sama di Bidang Pembangunan Hijau
Kerja sama antara Pemprov dan YKAN sejatinya telah berlangsung sejak tahun 2020. Selama masa kolaborasi, ada berbagai keberhasilan dan pencapaian strategis yang didapatkan dari kedua belah pihak. Dari mulai perlindungan terhadap ekosistem lahan basah, penguatan kapasitas desa, pengurangan peta jalan konservasi di kawasan perkebunan hingga keberhasilan pengelolaan gambut.
Herlina Hartanto selaku Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Alam Nusantara menekankan untuk mencapai pembangunan hijau, perlu ada keterlibatan secara aktif dari berbagai pihak terkait, terutama masyarakat luas. Sebab, kelestarian lingkungan tidak akan tercapai jika hanya satu pihak yang bergerak aktif.
Masyarakat merupakan bagian penggerak utama yang menjadi poros kekuatan untuk mendukung upaya pengelolaan hutan dan SDA (Sumber Daya Alam) secara resmi dan berkelanjutan. Kedepannya, YKAN berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan hijau di Benua Etam.
“Konservasi yang berhasil berangkat dari kerja sama. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan ramah lingkungan,” kata Herlina Hartanto dalam kapasitasnya sebagai Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Alam Nusantara.
