Samarinda – Posisi SMA Negeri 10 Samarinda sebagai sekolah percontohan nasional diketahui penting dalam strategi penguatan pendidikan berskala nasional. Berkenaan dengan hal tersebut, Agusriansyah Ridwan selaku anggota DPRD Provinsi Kaltim baru – baru ini bertemu dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI, Prof Stella Christie bersama dengan Hetifah Sjaifudian selaku Ketua Komisi X DPR RI di SMA 10 Samarinda selaku sekolah percontohan nasional.
Urgensi Program Sekolah Percontohan Nasional
Prof Stella Christie selaku Wamendiktisaintek memperkenalkan program berstatus prioritas nasional dengan tajuk “Sekolah Garuda Transformasi”. Bersamaan dengan momen tersebut SMA Negeri 10 Samarinda diresmikan menjadi bagian dari sekolah percontohan nasional.
Program penetapan sekolah percontohan nasional sendiri diadakan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu menghadirkan generasi muda yang tidak hanya unggul tapi juga kompetitif di masa depan sehingga dapat berkompetisi di panggung internasional.
Melihat keberhasilan yang diraih oleh SMAN 10 Samarinda, Agusriansyah menyampaikan apresiasi dan juga harapan besar atas terpilihnya sekolah tersebut sebagai sekolah percontohan nasional.
“Kita bersyukur Kalimantan Timur, melalui SMA 10 Samarinda, ditunjuk sebagai Sekolah Garuda Transformasi. Saya percaya ini bukan akhir, melainkan awal dari tumbuhnya ‘Sekolah Garuda Baru’ di wilayah-wilayah lain,” ujar Agusriansyah Ridwan dalam kapasitasnya sebagai anggota DPRD Provinsi Kaltim.
Baca juga: Terpilih Sebagai Sekolah Garuda Transformasi, Ini Keunggulan SMA 10 Samarinda
Upaya Pengembangan Program Pendidikan di Indonesia
Agusriansyah menegaskan bahwa upaya pengembangan pendidikan di Indonesia akan selalu mengutamakan prinsip adil, merata, keberlanjutan sekaligus dilindungi oleh hukum. Oleh karena itu, penyediaan layanan pendidikan berkualitas haruslah bisa diakses oleh setiap anak bangsa, tidak hanya segelintir kelompok saja.
Tak lupa, Agusriansyah juga tak lupa menyebutkan bahwa arah pendidikan nasional harus tetap dijaga dan dikawal bersama agar tetap berada dalam rute yang benar dan mengacu pada nilai – nilai Pancasila serta Undang – Undang Dasar 1945. Kualitas pendidikan sebaiknya tidak hanya diukur berdasarkan standar dari luar negeri saja.
“Jangan sampai kita terbawa arus persepsi bahwa pendidikan yang unggul hanya berasal dari luar. Kita harus percaya bahwa kearifan lokal dan kultur Indonesia justru menjadi kekuatan utama. Kurikulum dan ekosistem pendidikan kita harus berpijak pada nilai-nilai luhur bangsa. Meski jalannya bertahap, ini adalah proyek strategis untuk menjaga kedaulatan dan membuktikan Indonesia mampu mencetak SDM unggul berwawasan kebangsaan,” tegas Agusriansyah Ridwan dalam kapasitasnya sebagai anggota DPRD Provinsi Kaltim.
