Topik7.com – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, akhirnya angkat suara terkait insiden yang melibatkan ajudan pribadinya yang diduga menghalangi wartawan saat hendak melakukan wawancara pada sebuah kegiatan resmi beberapa waktu lalu. Insiden tersebut sempat menjadi sorotan dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam pernyataan terbukanya, Rudy menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh insan pers dan masyarakat atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa peristiwa itu terjadi secara spontan dan di luar kendalinya.
“Saya mohon maaf ya, itu di luar daripada kontrol saya karena sifatnya spontan. Tetapi intinya, tidak ada niatan sedikit pun untuk hal itu terjadi. Sekali lagi saya mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh insan media, insan pers maupun insan medsos semuanya,” ujar Rudy dalam pernyataannya.
Rudy juga menegaskan bahwa hubungan antara dirinya dan para jurnalis selama ini terjalin sangat baik. Ia menyebut kemitraan antara pemerintah dan media merupakan fondasi penting dalam menyampaikan informasi positif kepada masyarakat.
“Selama ini saya rasa saya dengan teman-teman media tidak punya jarak. Kita tetap bisa berkolaborasi membangun Kalimantan Timur, menyampaikan hal-hal baik kepada masyarakat,” ucapnya.
Sebagai bentuk komitmen mempererat hubungan dengan media, Rudy juga mengusulkan agenda rutin seperti ngopi bersama atau coffee time sebulan sekali, sebagai sarana komunikasi informal antara pemerintah provinsi dan awak media.
“Kalau yang khusus untuk wartawan, nanti kita laksanakan coffee time ya. Kami akan undang, paling tidak sebulan sekali kita ngopi-ngopi bersama. Cocok ya?” katanya.
Gubernur juga berharap agar media ikut berperan dalam menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat melalui pemberitaan yang berimbang dan menyejukkan.
“Informasi yang positif saja belum tentu ditanggapi positif, apalagi yang negatif. Maka dari itu, tolong juga media membuat suasana menjadi sejuk untuk semuanya,” tambahnya.
Penulis: Hanafi
