Penajam Paser Utara – Memasuki bulan Ramadan, Pemerintah Kabupaten Panajam Paser Utara (Pemkab PPU) memastikan pasokan gas LPG 3 Kg bersubsidi akan aman. Hal ini dipastikan secara langsung oleh Marlina selaku Kepala Bidang Perdagangan dari Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag).
Pelaksanaan Operasi Pasar Untuk Kendalikan Harga Sembako & LPG Subsidi
Demi menjaga kestabilan harga, Marlina selaku Kepala Bidang Perdagangan dari KUKM Perindag (Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan) telah mengarahkan pihaknya untuk tak hanya melakukan sebatas operasi pasar saja tapi juga melakukan pemantauan di beberapa titik distribusi di Kabupaten Panajam Paser Utara.
“Itu merupakan persiapan kami untuk hari besar keagamaan nasional (HBKN). Kami sudah menjadwalkan operasi pasar. Baik untuk sembako maupun gas elpiji, dengan tujuan mengendalikan inflasi daerah dan memenuhi keperluan masyarakat menjelang Ramadan dan Lebaran,” ujar Marlina selaku Kabid Perdagangan KUKM Perindag.
Berdasarkan hasil pemantauan KUKM Perindag, diketahui jalur distribusi LPG Bersubsidi 3 Kg dari agen ke pangkalan yang terletak di Kabupaten PPU (Panajam Paser Utara) berjalan tanpa kendala alias normal. Seperti yang telah disepakati, setiap agen telah mendistribusikan gas kepada pihak pangkalan sebanyak 2 – 3 kali dalam rentang waktu 1 minggu.
Marlina juga menegaskan lewat operasi pasar kali ini pihaknya berusaha keras untuk mengontrol harga HET (Harga Eceran Tertinggi) LPG sesuai dengan Peraturan Bupati Tahun 2017, yaitu Rp 21.000 setiap tabungnya pada tingkat pangkalan.
“Jadi di tiap pangkalan diwajibkan mencantumkan HET pada papan informasi,” pungkas Marlina kembali.
Pihak KUKM Perindag Akan Pantau Para Agen Gas LPG
Lebih lanjut, Marlina selaku Kabid Perdagangan KUKM Perindag menegaskan bahwa fokus pengawasan saat ini berfokus di aktivitas penjagaan agar pihak pangkalan tidak menjual gas LPG bersubsidi tersebut ke luar wilayah distribusi yang sudah disepakati.
“Kami mengimbau pangkalan untuk mengutamakan masyarakat di wilayahnya sendiri sebelum menjual ke daerah lain. Jangan sampai masyarakat setempat tidak terpenuhi keperluannya,” tegas Marlina.
Dalam rangka mengantisipasi meningkatnya lonjakan permintaan gas LPG 3 kg selama bulan Ramadan, pihak Pemkab PPU (Panajam Paser Utara) akan mengadakan operasi gas sebagai langkah antisipasi awal selain aktivitas distribusi regular.
“Satu kali distribusi oleh agen bisa mencapai 560 tabung. Kemudian dibagi ke beberapa pangkalan. Misalnya, kemarin di Gunung Steleng, agen mendistribusikan ke enam pangkalan, dan masyarakat terlihat antre untuk membeli langsung. Itu menandakan distribusi berjalan tepat sasaran,” jelas Marlina lebih lanjut.
