Nusantara – Ketertarikan investasi swasta di IKN (Ibu Kota Nusantara) semakin meningkat. Diketahui, hingga bulan Februari 2025, jumlah investasi yang masuk selama 8 kali groundbreaking mendatangkan nilai investasi sebesar Rp 58,4 triliun. Bahkan baru – baru ini ada tambahan investasi baru dengan nilai Rp 1.25 triliun.
Peningkatan Ketertarikan Investasi Swasta di IKN
Adanya tambahan masukan investasi swasta di IKN datang dari hasil kerjasama antara pihak Pemerintah dengan KPBU dan juga usaha pemanfaatan lahan dari pihak ADP (Aset Dalam Penguasaan). Ketiga pihak tersebut telah mencapai kesepakatan dan resmi menandatangani PKS (Perjanjian Kerja Sama) pada hari Senin lalu.
Agung Wicaksono selaku Deputi Pendanaan dan Investasi Otorita IKN menyatakan bahwa penambahan investor IKN terbaru kali ini datang dari 5 perusahaan bertaraf nasional. Para investor IKN baru tersebut adalah PT. Brantas Abipraya, Balikpapan Ready Mix Nusantara, PT. Berkah Bersinar Abadi, Universitas Negeri Surabaya dan juga PT. Puri Persada Lampung.
“Investasi ini akan digunakan untuk membangun proyek mixed-use yang meliputi hotel, perkantoran, dan universitas, yang bertujuan mempercepat terwujudnya ekosistem perkotaan di IKN,” ujar Agung.
Investasi KPBU Berfokus Pada Sektor Infrastruktur Vital
Menyambut investasi swasta di IKN baru yang datang, pihak Otorita IKN mendorong kelancaran penerapan investasi melalui skema KPBU. Investasi KPBU tersebut kedepannya akan difokuskan kepada pembangunan Jalan dan Terowongan Multi – Sarana dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 70 triliun.
Pembangunan infrastruktur dari investasi swasta di IKN kali ini akan mencakup pembangunan terowongan dengan teknologi pintar sepanjang 138, 6 kilometer dan akan memfasilitasi kabel listrik, pipa, serat optik dan berbagai bentuk infrastruktur lainnya.
Untuk pembangunan Jalan dan Terowongan Multi – Sarana telah diterbitkan 3 buah Letter to Proceed (LTP) kepada BUMN PT. Brantas Abipraya dan PT. Hutama Karya dan satu perusahaan asing asal China, yakni PT. China Harbour Indonesia. Selain 3 perusahaan inti tersebut, terdapat beberapa perusahaan lain yang turut mendukung proyek tersebut seperti PT. Nindya Karya, PT. Adhi Karya, PT. Sumber Mitra Jaya dan IJM Corporation Berhad.
Selanjutnya, juga akan diadakan pembangunan proyek hunian dengan total 97 tower rumah susun dan 129 rumah tapak dengan total nilai proyek sebesar Rp 60.93 triliun, yang terbagi menjadi:
– PT. Intiland Development Tbk yang akan membangun 109 unit rumah tapak dan 41 tower apartemen dengan total nilai proyek sebesar Rp 33, 03 triliun
– IJM – CHEC asal Malaysia yang akan membangun 20 tower apartemen dengan total investasi senilai Rp 13.40 triliun
– PT. Ciputra Nusantara dengan total nilai investasi sebesar Rp 5 triliun akan membangun 10 tower apartemen dan 20 unit rumah tapak
– Maxim Global Berhad asal Malaysia memiliki nilai investasi sebesar Rp 4.40 triliun yang akan dipakai untuk pembangunan 10 tower apartemen
– PT. Nindya Karya dengan nilai investasi sebesar Rp 2.60 triliun akan membangun total 8 tower apartemen
– PT. Perintis Triniti Properti TBK bersama dengan Truba Group akan membangun 8 tower apartemen dengan total nilai investasi sebesar Rp 2.50 triliun
