Nusantara – Baru – baru ini diketahui konsorsium dari pimpinan negara Amerika Serikat akan segera melaksanakan proyek rusun (rumah susun) sebanyak 20 tower dengan total nilai investasi mencapai Rp 6 triliun.
Proyek Rusun di IKN Undang Minat Investor Internasional
Upaya pembangunan IKN (Ibu Kota Nusantara) sampai hari ini terus memikat minat dari para investor global. Diketahui konsorsium pemimpin negara Amerika Serikat tertarik untuk mempercepat proses pembangunan infrastruktur di IKN.
Proyek Rusun (Rumah Susun) yang dimaksud merupakan bagian dari skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) dan digagas secara langsung oleh pihak Otorita IKN untuk memenuhi kebutuhan hunian untuk para ASN (Aparatur Sipil Negara) dan tentunya masyarakat luas yang berada di kawasan IKN.
Baca juga: Kembali Didukung Investasi Asing, IKN Berpotensi Terima US$ 1 Milyar dari AIIB
Mengenal Jajaran Konsorsium Pimpinan Amerika Serikat
Sebagai informasi, konsorsium Pimpinan AS terdiri dari berbagai perusahaan papan atas seperti Bee – Invest, PJ – JC Internasional, Promec Joint Venture dan Ozturk Holdings. Perusahaan – perusahaan tersebut diketahui mengandeng mitra strategis asal negara Turkiye, Spanyol dan Brunei Darussalam.
“Masuknya konsorsium dari Amerika Serikat, bersama mitra dari Brunei, Turkiye, dan Spanyol, menunjukkan bahwa strategi pembiayaan melalui KPBU telah diterima positif oleh pasar global,” ujar Agung Wicaksono selaku Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN.
Dengan partisipasi konsorsium asal Amerika Serikat tersebut menjadi bukti tingginya kepercayaan para investor internasional kepada proses pembangunan IKN (Ibu Kota Nusantara).
Proyek Rusun Menjadi Bagian dari Prioritas Utama IKN
Proyek Pembangunan Rumah Susun diketahui menjadi salah satu proyek yang diprioritaskan demi melancarkan proses pemindahan para ASN beserta personel Hankam yang akan berjalan secara bertahap mulai bulan Maret tahun ini.
Tidak hanya Amerika Serikat, konsorsium asal Korea Selatan yang dipimpin oleh Samsung C&T dan PT. Brantas Abipraya diketahui juga memiliki investasi senilai Rp 6,3 triliun untuk pembangunan proyek rusun sebanyak 21 tower.
Dengan total nilai investasi dari 2 konsorsium Amerika Serikat dan Korea Selatan sejumlah Rp 12,3 triliun untuk pengadaan total 41 tower, proyek rusun menjadi salah satu proyek KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) terbesar yang ada di IKN (Ibu Kota Nusantara) saat ini.
